Jakarta, Pena Medan -
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI minta masyarakat Indonesia mewaspadai peredaran narkoba jenis baru yang kerap disukai oleh turis luar negeri yang datang ke Indonesia. Sebab saat ini, ada banyak narkoba jenis baru yang berkembang.
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Suyudi Ario Seto menyebut ada narkoba campuran atau mixed yang disukai warga negara Rusia di Bali. Hal itu terungkap saat penggerebekan yang dilakukan pihaknya di Gianyar.
"Penggerebekan clandestine lab di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia dan berhasil menyita narkotika golongan satu mefedron pada total berat bruto 7,8 kilogram atau 7.894 gram, prekursor padat 2,6 kilogram atau 2.600 miligram, dan cairan 219,7 kilogram atau 219.785 miligram," kata Komjen Suyudi Ario Seto.
Narkoba campuran tersebut terdiri dari kokain dan ekstasi, yang disebutnya disukai warga Rusia. Biasanya narkoba jenis baru tersebut diedarkan dan dikonsumsi oleh turis Rusia.
"Kasus ini menunjukkan semakin kompleksnya ancaman narkotika sintetis di dalam negeri. Jadi mefedron ini adalah termasuk narkotika baru. Ini adalah mix antara kokain dan MDMA atau ekstasi. Sangat disukai oleh orang-orang Rusia," jelasnya.
Meskipun begitu, BNN terus berupaya menjalin kerja sama dengan Dubes Rusia untuk memberantas narkoba jenis tersebut. Menurutnya, peredaran narkoba campuran menambah kompleksnya masalah narkotika di Indonesia.
"Sehingga pembuatnya, pengedarnya adalah orang Rusia, pasarnya juga orang Rusia. Dan kita terus bekerja sama dengan Kedutaan Rusia, Atase Kepolisian Rusia, kami terus untuk bisa menggali dan mengungkap jaringan internasional yang sedang kita curigai ada di Rusia," tutupnya.
Sumber: detik
.png)
