Potensi Perubahan, Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim: Klaim Presiden CONMEBOL

Raja Spanyol Felipe VI mengangkat trofi dikelilingi oleh penyerang Spanyol nomor 19 Lamine Yamal (kiri), Putri Leonor (kedua dari kiri), Putri Sofia dan Ratu Letizia setelah para pemain sepak bola Spanyol memenangkan pertandingan final turnamen Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Pena Medan -

Piala Dunia 2030 berpotensi menghadirkan perubahan terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, mengklaim edisi peringatan 100 tahun Piala Dunia akan diikuti oleh 64 negara.

Pernyataan itu langsung memicu pembahasan luas di kalangan pecinta sepak bola. Pasalnya, FIFA hingga kini belum mengumumkan keputusan resmi terkait penambahan jumlah peserta.

Wacana tersebut muncul tidak lama setelah Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 tim. Turnamen di Amerika Utara itu berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara.

Jika benar diterapkan, Piala Dunia 2030 akan menjadi kompetisi terbesar sepanjang sejarah. Format baru itu juga diperkirakan membawa perubahan besar terhadap jadwal pertandingan dan kalender sepak bola dunia.

Presiden CONMEBOL Sampaikan Klaim

Alejandro Dominguez menyampaikan pernyataannya melalui akun media sosial X. Ia mengaitkan edisi 2030 dengan perayaan seabad penyelenggaraan Piala Dunia.

"Pada 2030, Piala Dunia hadir di Uruguay, Argentina, dan Paraguay, sebuah peluang besar bagi sepak bola untuk merayakan seabad Piala Dunia dengan turnamen yang diikuti 64 tim," tulis Dominguez.

Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama. Sementara itu, Argentina, Uruguay, dan Paraguay akan menggelar pertandingan pembuka dalam rangka perayaan 100 tahun turnamen tersebut.

FIFA Masih Mengkaji Usulan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah membuka peluang untuk membahas penambahan jumlah peserta. Menurutnya, pembahasan akan dilakukan setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

"Masalah ini tentu akan kami pelajari dan bahas di komite yang berwenang setelah Piala Dunia ini," ujar Infantino kepada Blue Sport.

Infantino menilai Piala Dunia harus menjadi panggung bagi seluruh dunia, bukan hanya kawasan Eropa dan Amerika Selatan. Ia juga berpandangan semakin banyak negara yang memiliki kesempatan tampil, semakin besar pula motivasi mereka untuk meningkatkan kualitas sepak bola.

Format Baru Bawa Tantangan Besar

Apabila jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, total pertandingan diperkirakan meningkat menjadi 128 laga. Angka tersebut dua kali lipat lebih banyak dibanding format klasik yang diikuti 32 negara.

Fase grup kemungkinan akan terdiri dari 16 grup yang masing-masing dihuni empat tim. Dengan sistem tersebut, jumlah pertandingan fase grup meningkat dari 72 menjadi 96 laga.

Durasi turnamen juga diperkirakan membentang hingga enam pekan. Kondisi itu berpotensi memicu perdebatan baru karena pemain harus menjalani masa persiapan dan kompetisi yang dapat mencapai hampir dua bulan.

FIFA dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan internal untuk menilai kelayakan usulan tersebut. Keputusan akhir mengenai format Piala Dunia 2030 diperkirakan akan diumumkan dalam Kongres FIFA pada waktu mendatang.




Sumber: Liputan6 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

```

Iklan



نموذج الاتصال