PENA MEDAN JAWA BARAT," CIREBON — Proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, saat ini tengah berhenti beraktivitas di lapangan. Padahal, anggaran untuk pembangunan infrastruktur penghubung tersebut sudah digulirkan oleh pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini didanai oleh Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat tahun anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp779.400.000. Pekerjaan yang dimenangkan oleh CV Semangat Prima Nusantara.
Saat dikonfirmasi, pelaksana kegiatan pembangunan jembatan gantung, Baroji, memberikan klarifikasi terkait mandeknya aktivitas di lokasi proyek. Ia membantah bahwa proyek tersebut terbengkalai. Menurutnya, para pekerja saat ini sedang memfokuskan pengerjaan struktur utama di bengkel kerja.
"Kegiatan di lapangan mandek karena lagi ngerjain konstruksi di bengkel. Bahan material sudah pada datang, tinggal ngeset (merakit). Nanti tinggal pemasangan di lapangan sama pembongkaran jembatan lama," ujar Baroji melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (4/6/2026) pagi.
Baroji enggan berkomentar lebih jauh mengenai dinamika sosial atau administrasi di tingkat desa. Ia menegaskan fokus utamanya adalah menyelesaikan target fisik bangunan.
"Biarin saja, itu tugasnya Pak Kuwu (Kepala Desa). Saya sih cuma pelaksana, takut salah ngomong. Yang penting tugas saya sebagai pelaksana menyelesaikan pekerjaan sampai selesai, dan hasilnya maksimal," tuturnya.
Proyek infrastruktur ini ditargetkan dapat segera dinikmati oleh masyarakat dalam waktu dekat. Sesuai dengan kontrak yang tertera pada dokumen Banprov, masa pengerjaan jembatan gantung ini dibatasi selama 120 hari kerja.
.png)

