Aksi Karyawan Demo Soal Uang Lembur, Begini Kondisi Keuangan Indomaret

Foto: Aktivitas seorang warga menjaga kendaraan di salahsatu minimarket di kawasan Jakarta, Rabu (8/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, Pena Medan -

Aksi demonstrasi karyawan Indomaret pecah di kantor pusat perusahaan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026).

Mengutip Detik.com, karyawan memprotes kebijakan perusahaan yang mengubah kebijakan upah lembur tanggal merah menjadi hari libur pengganti. Mereka mengancam adanya gelombang demonstrasi lebih besar bila tuntutan tak dipenuhi pihak Indomaret.

Adapun Indomaret merupakan merek waralaba yang berada di bawah naungan PT Indomarco Prismatama, anak usaha dari PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) milik Anthoni Salim. 

Berdasarkan laporan keuangan Maret 2026, perusahaan mencatat kenaikan kinerja. Penjualan neto Indomarco Prismatama mencapai Rp33,15 triliun per 31 Maret 2026. Angka tersebut naik 14,15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp29,04 triliun.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 3,67% yoy menjadi Rp489,01 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp58,48 triliun hingga akhir Maret 2026. Sementara total liabilitas mencapai Rp33,34 triliun.

Aset lancar Indomarco turun menjadi Rp27,84 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp30,55 triliun. Namun aset tidak lancar naik menjadi Rp30,64 triliun dari sebelumnya Rp29,71 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perusahaan turun menjadi Rp33,34 triliun dibanding posisi akhir 2025 yang sebesar Rp35,62 triliun.

DNET tercatat memiliki 40% saham Indomarco. Dengan demikian laba yang disetor perusahaan kepada DNET sebesar Rp 195,31 miliar atau setara 83,28% laba DNET per Maret 2026. 

Sebagai informasi, DNET juga merupakan pemegang saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Akan tetapi kontribusi laba kedua perusahaan tersebut terhadap DNET terbilang kecil dibandingkan dengan Indomaret.

Produsen Sari Roti tercatat menyumbang Rp 571 juta ke laba DNET, sedangkan emiten KFC berkontribusi Rp 4,98 miliar. 




Sumber: CNBC Indonesia 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال