Presiden Prabowo Subianto menggelar taklimat di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026), yang diikuti seluruh Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri hingga pejabat setingkat eselon I kementerian dan lembaga. (Istimewa)
Jakarta, Pena Medan -
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rangkaian kunjungan dinasnya ke luar negeri bertujuan untuk mengamankan pasokan minyak bagi kebutuhan dalam negeri
Hal ini disampaikan dalam taklimat Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026), yang dihadiri para menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga pejabat eselon I.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya sekadar perjalanan biasa.
“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana,” tegas Prabowo dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, di tengah ketidakpastian geopolitik global, pemerintah perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara, khususnya untuk menjaga stabilitas sektor energi nasional.
Prabowo menyebutkan, kunjungan luar negeri menjadi bagian dari strategi diplomasi energi untuk memastikan ketersediaan pasokan minyak tetap terjaga.
Diplomasi Energi Jadi Prioritas Pemerintah
Ia juga mengungkapkan akan kembali melakukan perjalanan dinas dalam waktu dekat dengan misi serupa.
“Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tahu kemana. Amankan (minyak) juga,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden telah melakukan kunjungan ke Jepang dan Republik Korea pada akhir Maret hingga awal April 2026. Agenda tersebut bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk sektor energi.
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif, dengan menjalin hubungan baik dengan berbagai negara.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, ia juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia.
“Saya percaya diri, tidak ada itu bagi saya ‘Indonesia gelap’. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” kata Prabowo.
“Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” pungkasnya.
Dengan langkah diplomasi tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dan ekonomi nasional tetap terjaga.
Sumber: Liputan6
.png)

