Tampak dalam foto, warga memeriksa kerusakan akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)
Jakarta, Pena Medan -
BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat agar waspada potensi terjadi hujan dengan durasi lama yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor pada Kamis 9 April 2026 di Sumatera Utara (Sumut).
"Diprakirakan cuaca di wilayah Sumatera Utara pada Kamis 9 April 2026 didominasi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar daerah. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang berada di daerah rawan bencana," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Endah Paramita di Medan, Rabu (8/4/2026) melansir Antara.
Ia mengatakan cuaca di Sumatera Utara pada Kamis pagi 9 April 2026 umumnya berawan.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, dengan hujan sedang diprakirakan mengguyur daerah seperti Asahan, Dairi, Deli Serdang, Karo, Pematang Siantar, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Langkat, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Toba, dan sekitarnya.
"Untuk malam hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara," ucap Endah.
Masyarakat Diimbau Waspada
Pada dini hari, lanjut Endah, kondisi cuaca diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah seperti Asahan, Dairi, Deli Serdang, Karo, Pematang Siantar, Labuhan Batu Utara, Langkat, Nias Selatan, Samosir, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Sumatera Utara berkisar 15 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 70 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 hingga 10 kilometer per jam.
"Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada terjadinya hujan ringan hingga sedang dalam durasi yang cukup panjang di wilayah Kepulauan Nias, pantai barat, lereng barat, lereng timur, dan pegunungan Sumatera Utara yang dapat berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," tutup Endah.
Sumber: Liputan6
.png)

