Damaskus, Pena Medan -
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS melancarkan serangan udara di Suriah pada Jumat, 19 Juni 2026, yang menewaskan seorang pemimpin senior kelompok ISIS.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memburu anggota ISIS dan mencegah kelompok itu membangun kembali kemampuan operasionalnya di kawasan.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menjelaskan bahwa serangan udara dilakukan setelah proses pengumpulan intelijen dan pemantauan terhadap pergerakan target yang menjadi sasaran operasi.
CENTCOM menyatakan operasi tersebut dilaksanakan secara presisi untuk melemahkan kemampuan organisasi serta menghilangkan figur-figur penting dalam struktur kepemimpinan ISIS.
Pihak militer AS menambahkan bahwa kematian pemimpin tersebut menjadi pukulan baru bagi jaringan ISIS yang masih berupaya mempertahankan keberadaannya di sejumlah wilayah Suriah meskipun telah mengalami banyak kekalahan dalam beberapa tahun terakhir.
Melanjutkan Perang Melawan ISIS
Dilansir dari Voice of Emirates Kamis 25 Juni 2026, CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS akan terus menjalankan operasi militer bersama mitra lokal dan regional guna mencegah ISIS kembali memperkuat pengaruhnya.
Selain itu, upaya tersebut juga bertujuan menghambat kelompok tersebut membangun kembali struktur komando dan jaringan operasionalnya.
Menurut CENTCOM, sisa-sisa jaringan ISIS masih menimbulkan ancaman keamanan di beberapa wilayah sehingga diperlukan operasi militer dan intelijen yang berkelanjutan untuk memburu para anggotanya.
Komitmen AS terhadap Keamanan Kawasan
CENTCOM kembali menegaskan komitmen Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan serta menghadapi ancaman terorisme yang masih ada.
Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan bahwa penargetan pemimpin ISIS merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk melemahkan kemampuan kelompok tersebut dan mencegah terjadinya serangan di masa depan.
Operasi ini berlangsung ketika pasukan AS bersama mitranya terus melaksanakan kampanye keamanan dan militer terhadap sisa-sisa ISIS di Suriah dan Irak. Meski wilayah kekuasaan ISIS telah menyusut secara signifikan, pihak AS menilai ancaman dari kelompok tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Sumber: MetroTV
.png)

