COO Danantara Bantah BUMN Rugi, Sudah Setor Rp 215 Triliun ke Negara

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria (Foto: BP BUMN)

Jakarta, Pena Medan -

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membantah anggapan yang menyebut perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak menghasilkan keuntungan. Menurut dia, kontribusi BUMN terhadap negara justru sangat besar, baik melalui dividen maupun pembayaran pajak.

Dony mengatakan kontribusi BUMN saat ini hampir mencapai sepertiga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bahkan pada kuartal I 2026 saja, BUMN secara konsolidasi disebut telah menyetorkan sekitar Rp 215 triliun kepada negara.

"BUMN kita itu memberikan kontribusi hampir sepertiga daripada APBN kita. Baik itu dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk pajak. Quarter 1 ini kami sudah membayarkan pajak kepada negara kurang lebih Rp 215 triliun, jadi BUMN kita itu sangat powerful," ujar Dony dalam Jogja Financial Festival 2026, dikutip Minggu (24/5/2026).

Dia juga menegaskan bahwa secara konsolidasi, seluruh BUMN membukukan laba sekitar Rp335 triliun sepanjang 2025. Sementara pada tahun ini, keuntungan BUMN ditargetkan meningkat hingga mencapai Rp360 triliun.

"Jadi itu tidak benar kalau banyak kita baca BUMN tidak pernah untung, itu keliru. BUMN kita untungnya Rp300 triliun, tahun lalu kita menguntungkan Rp335 triliun, tahun ini kita berharap Rp360 triliun untungnya," ungkap Dony.

Target Untung Rp 450 Triliun

Sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony mengaku memiliki target jangka panjang untuk meningkatkan profit perusahaan negara hingga mencapai Rp 450 triliun.

"Saya sendiri punya harapan paling tidak ketika saya pensiun BUMN itu bisa membukukan keuntungan sedikitnya Rp 450 triliun," katanya.

Selain mendorong keuntungan, Dony menuturkan pengelolaan BUMN melalui Danantara juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jadi bahwa memang BUMN dengan pengelolaan Danantara yang hari ini kita kelola dengan pendekatan yang lebih baik," ujarnya.

Dia menambahkan, perbaikan tata kelola diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda.

"Kita harapkan akan memberikan kontribusi yang maksimal bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan dan ini tentu akan memberikan peluang kerja yang banyak buat generasi muda kita," sambungnya.




Sumber: Liputan6 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال