Ilustrasi. Foto: dok Kemenkeu.
Jakarta, Pena Medan -
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyatakan fundamental perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang relatif solid di tengah tantangan global saat ini, termasuk tekanan harga komoditas.
Suahasil menyebut kinerja solid itu tercermin pada pertumbuhan ekonomi nasional yang bertahan di kisaran lima persen, inflasi terkendali di level tiga persen, dan surplus neraca perdagangan yang masih berlanjut.
Sebagai catatan, perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,48 persen secara tahunan (yoy) pada Maret 2026. Sementara neraca perdagangan Indonesia periode Februari 2026 memperoleh keuntungan (surplus) sebesar USD1,27 miliar, melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut.
"Itu banyak negara lain iri bisa punya pertumbuhan di atas lima persen, bisa punya inflasi di kaliber tiga persen. Lalu kemudian surplus dagang kita sudah 70 bulan berturut-turut, lima tahun lebih surplus dagang, cadangan devisa kita memadai, manufaktur kita masih ekspansif," kata Suahasil dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Pemerintah pun, kata dia, terus menjalankan strategi pembangunan yang konsisten dan terarah, termasuk untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), di tengah kondisi global yang semakin tidak menentu.
5 agenda pembangunan
Strategi tersebut terangkum dalam lima agenda besar pembangunan. Pertama, peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Kedua, pembangunan infrastruktur untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi. Ketiga, reformasi kelembagaan guna menciptakan birokrasi yang efektif, kredibel, dan mampu menghasilkan regulasi yang berdampak nyata bagi perekonomian.
Keempat, penguatan kebijakan ekonomi makro yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global. Kelima, menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan.
"Konsisten saja pada lima ini, kalau buat saya. Nah, tentu konsistensi ini kita terjemahkan di setiap periode pemerintahan, dan oleh setiap periode pemerintahan diterjemahkan dalam APBN dari tahun ke tahun," tambah Suahasil.
Kredibilitas jadi kunci
Dia juga menegaskan pentingnya kredibilitas sebagai kunci dalam menjalankan seluruh kebijakan tersebut. Menurut dia kredibilitas menjadi sangat penting. Sebab APBN, Danantara, dan kebijakan moneter yang kredibel akan membuat masyarakat dan dunia usaha semakin percaya.
"Ini menjadi modal yang sangat penting, ini menjadi imperatif dari semua yang mengelola kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan investasi Republik Indonesia," tutur Suahasil.
Sumber: MetroTV
.png)

