Harga Plastik Melonjak: Pasokan Seret Akibat Perang di Iran

Toko Al Falah di Asem Baris, Jakarta Selatan. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Jakarta, Pena Medan -

Harga plastik di Indonesia melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan pasokan bahan baku global akibat konflik di Iran disebut jadi pemicu utama, hingga membuat rantai distribusi tersendat dan harga di pasar terus merangkak naik.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik, khususnya naphta, dari kawasan Timur Tengah.

“Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta, dikutip Minggu (5/4).

Ia menegaskan, konflik yang melibatkan Iran membuat rantai pasok terganggu dan berdampak langsung pada harga plastik di dalam negeri.

Tak hanya Indonesia, gangguan ini juga dirasakan oleh sejumlah negara lain di Asia. Budi menyebut beberapa produsen di Singapura, China, Korea Selatan, Taiwan, hingga Thailand mengalami kondisi force majeure. “Sehingga yang kita impor plastik pun juga sedikit terganggu,” jelasnya.

Pemerintah bergerak cepat mencari alternatif pasokan bahan baku plastik menyusul terganggunya impor dari Timur Tengah akibat perang di Iran. Seretnya pasokan membuat harga plastik di dalam negeri naik.

Alternatif Impor Plastik

Mendag, mengatakan Indonesia kini mulai menjajaki sumber baru dari berbagai negara.

“Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika,” kata Budi dalam konferensi pers di KSP, Jakarta, Rabu (1/4).

Meski begitu, ia mengakui proses peralihan pasokan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan penyesuaian rantai distribusi.

“Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain,” ujarnya.

Selain membuka pasar baru, pemerintah juga aktif berkomunikasi dengan pelaku industri dan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk mencari pemasok tambahan.

Langkah ini dilakukan agar pasokan bahan baku tetap terjaga dan produksi dalam negeri bisa kembali stabil. “Sehingga harga bisa kembali normal dan pasokan plastik tetap terjaga dengan baik,” kata Budi.

Harga Plastik Naik Sejak Bulan Ramadan

Di sisi lain, Silvia (30) yang merupakan pedagang plastik di Toko Samjaya, Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan bercerita kenaikan harga sudah terjadi sejak bulan Ramadan lalu. Kini, harga berbagai produk plastik rata-rata juga sudah naik hampir 50 persen jika dibanding sebelum Ramadan.

“Dari pas bulan puasa. Setiap hari tuh masih naik-naik terus, masih fluktuatif tapi dia naik terus. Dan dia sekarang udah naiknya sudah sampai 50 persen,” kata Silvia kepada kumparan di tokonya pada Rabu (¼).

Adapun produk plastik yang naik bukan hanya kantong plastik, melainkan produk lainnya seperti gelas plastik, piring plastik, thinwall sampai kantong kiloan. Untuk plastik kiloan, Silvia menyebut harganya sudah naik hampir dua kali lipat.

“Kalau plastik yang biasanya kita jual kayak gini bisa Rp 10.000-an, sekarang sudah Rp15.000, Rp 17.000,” ujarnya.

Kenaikan harga juga berdampak pada penjualan. Silvia mengatakan dengan naiknya harga plastik, beberapa pembeli biasanya mengurungkan niat untuk membeli. Selain itu, naiknya harga plastik juga mempengaruhi harga makanan yang membutuhkan wadah plastik.

“Kadang orang pas nanya harganya mahal, ya, nggak jadi, tapi kalau orang yang butuh tetap beli. Tapi dia butuh bagaimana? Kan, kayak penjual makanan, kan, butuh. Biasanya penjual makanan dia naikin harga makanannya karena plastik naik, kata dia gitu,” kata Silvia.

Silvia memang selama ini mendapat pasokan produk plastik langsung dari pabriknya. Salah satu alasan dari pemasok terkait kenaikan harga memang adalah karena perang di Timur Tengah.

“Katanya gitu, kayak bahan plastiknya (naik) terus, ya, pokoknya ngeluhnya dari pabriknya itu. Mesinnya, kan, butuh bahan plastiknya itu dari katanya dari akibat perang-perang juga,” ujarnya.




Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال