PT Pelindo Rombak Manajemen, Achmad Muchtasyar Jadi Direktur Utama

Foto: Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar. (Dok.Pelindo)

Jakarta, Pena Medan -

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah melakukan perubahan susunan pengurus. Mengutip website resminya, Achmad Muchtasyar diangkat sebagai Direktur Utama.

Selain itu, Pelindo juga menambah jabatan Wakil Direktur Utama dengan mengangkat Drajat Sulistyo.

Lalu, Perlindo mengganti sosok kurso Direktur Operasi dari Putut Sri Muljanto menjadi Prasetyadi. Sementara, Direktur Komersial dijabat oleh Farid Padang.

Kemudian, Boy Robyanto bergeser dari Direktur Investasi menjadi Direktur Manajemen Risiko. Sedangkan, Hendri Ginting diangkat menjadi Direktur Kelembagaan.

Direktur lainnya, seperti posisi Dwi Fatan Lilyana, Bachtiar Soeria Atmadja dan M Suriawan Wakan tidak beribah

Berikut susunan jajaran direksi Pelindo yang baru:

Direktur Utama: Achmad Muchtasyar

Wakil Direktur Utama: Drajat Sulistyo

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Dwi Fatan Lilyana

Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto

Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja

Direktur Teknik: M Suriawan Wakan

Direktur Komersial: Farid Padang

Direktur Pengembangan: Prasetyo

Direktur Operasi: Prasetyadi

Direktur Kelembagaan: Hendri Ginting

Achmad Muchtasyar diketahui menyelesaikan pendidikan S-1 Teknik Perminyakan di Universitas Trisakti (1997), yang menjadi dasar kompetensinya di sektor hulu migas.

Kemudian melanjutkan S-2 Teknik Industri di Universitas of New Heaven (2000), memperkuat keahlian manajerial dan sistem industri.

Selain itu, Ia juga belajar Ilmu Hukum di Universitas Bhayangkara (2020) S-1, memperluas pemahaman aspek regulasi dan tata kelola.

Kemudian, program Profesi Insinyur di Universitas Gadjah Mada (2023), yang semakin mengukuhkan profesionalismenya sebagai insinyur bersertifikat.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Pelindo, Achmad telah mengisi sejumlah posisi strategis di sektor energi nasional, antara lain, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk (Mei 2021 - November 2023). Di posisi ini, ia berperan dalam pengembangan infrastruktur gas nasional serta penguatan sistem dan teknologi distribusi energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM (Januari 2025 - Februari 2025) Ia memimpin perumusan dan implementasi kebijakan strategis di sektor minyak dan gas bumi nasional.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (Juli 2025 - Februari 2026). Dalam jabatan ini, ia terlibat dalam pengelolaan distribusi dan niaga energi, termasuk optimalisasi rantai pasok dan transformasi bisnis.




Sumber: CNBC Indonesia 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال