China Minta Meksiko Jaga Keamanan Warganya Terkait Kerusuhan Kartel Narkoba

Ilustrasi bendera Republik China. (Pixabay)

Beijing, Pena Medan -

Pemerintah China meminta agar Meksiko dapat mengatasi kerusuhan yang disebabkan oleh anggota kartel narkoba, termasuk memberikan jaminan keamanan bagi warga negara maupun lembaga-lembaga Tiongkok di sana.

"Kami harap Meksiko dapat mengambil langkah-langkah efektif untuk menjaga keamanan warga negara China dan lembaga-lembaga di sana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning di Beijing, Selasa (24/2/2026).

Diketahui Pasukan militer Meksiko pada Minggu (22/2) melancarkan sebuah operasi militer sekitar 130 kilometer di selatan Guadalajara, ibu kota Negara Bagian Jalisco dan menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", dikutip dari Antara News, Kamis (26/2).

Para anggota kartel kemudian memicu respons kekerasan yang meluas dan cepat, dengan adanya blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan bentrokan bersenjata yang dilaporkan di beberapa negara bagian tempat CJNG beroperasi, termasuk Tamaulipas, Michoacan, dan Nayarit. Beberapa negara bagian meliburkan sekolah pada Senin (23/2).

Serangan balasan dari Kartel Generasi Baru Jalisco (Jalisco New Generation Cartel) itu telah menewaskan 27 personel keamanan yang terdiri atas 25 anggota Garda Nasional, seorang sipir penjara, dan seorang pegawai Kantor Kejaksaan Negara Bagian Jalisco.

"China mengikuti perkembangan yang terjadi di Meksiko. Sejauh ini, belum ada laporan tentang warga negara China yang terluka," tambah Mao Ning.

Selain itu tercatat 30 anggota kelompok kejahatan terorganisir juga tewas dalam serangan itu.

Menteri Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko Omar Garcia Harfuch mengatakan pemerintah telah mengerahkan pasukan keamanan tambahan ke Jalisco dan membentuk sebuah pusat komando nasional untuk menangani situasi tersebut

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyerukan ketenangan setelah operasi tersebut, yang mengakibatkan berbagai blokade dan reaksi lainnya, seraya memastikan bahwa pemerintah telah berkoordinasi erat dengan semua negara bagian untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.

Gedung Putih pada Minggu (22/2) memastikan bahwa Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko dalam operasi besar yang menewaskan "El Mencho" tersebut karena ia adalah "target utama" bagi Meksiko dan AS sebagai salah satu penyelundup fentanil terbesar ke AS.




Sumber: Liputan6 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال