Update Terkini, 2900-an Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera

Kondisi sekolah yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Jakarta, Pena Medan -

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meng-update jumlah sekolah rusak diterjang banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kini jumlahnya mencapai 2.900 bangunan. 

"Tadi kita sampaikan datanya per 7 Desember itu ada 2.900 sekian. Dan data ini terus kita update karena memang belum semua daerah bisa dijangkau," kata Mu'ti di Gedung DPR, Senin (8/12). 

Saat ini, lanjut dia, masih dalam fase tanggap darurat bencana. Jadi, pendataan bangunan rusak masih terus dilakukan.

"Kami juga mendata tidak hanya bangunan sekolah atau fisik, kami juga mendata misalnya tadi disampaikan bapak-bapak, ibu-ibu anggota dewan, pendataan guru yang meninggal, murid yang meninggal, yang dirawat, yang rumahnya rusak dan sebagainya," ungkap dia.

"Itu juga semuanya kami data. Jadi komprehensif data kita. Termasuk misalnya beberapa masukan exit strategy," sambung dia.

Sementara ini, Mu'ti menyebut pihaknya sudah revitalisasi 25 sekolah dan madrasah di Sumbar. Untuk di Aceh dan Sumut akan terus dipantau.

"Itu kami sementara baru membangun 25 di Sumatera Barat. Nanti kami akan lihat berapa yang bisa kita dirikan di Aceh, berapa yang nanti di Sumatera Utara. Tapi tentu semuanya bertahap sesuai dengan kemampuan kami," tuturnya.

Mu'ti akan berangkat ke Aceh dan Sumut esok hari. Ia akan mengecek langsung dampak pembelajaran di dua provinsi tersebut.

"Saya pun besok akan berangkat untuk melihat langsung kondisi setelah beberapa hari terjadi bencana ini. Besok saya akan ke Aceh dan ke Sumatera Utara. Saya sudah ke Sumatera Barat," tutupnya.



Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال