Penamedan info," KUNINGAN – Sat Lantas Polres Kuningan kembali membina generasi muda melalui program Polisi Sahabat Pelajar dalam Upacara Bendera di lapangan SMPN 1 Kadugede, Senin (12/10/2026).
Bertindak sebagai Pembina Upacara Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Kuningan IPDA Alfan Rizki Riswandi, S.H., CPHR., di hadapan Kepala Sekolah, dewan guru, tendik, serta ratusan siswa-siswi.
Dalam amanatnya, IPDA Alfan menekankan 4 fokus ancaman masa depan remaja: bahaya balap liar, geng motor, bullying (perundungan), dan penyalahgunaan narkoba.
1. TEGASKAN BAHAYA BALAP LIAR
IPDA Alfan mengimbau siswa tidak menjadikan jalan raya sebagai arena balapan demi gengsi.
“Jalan raya bukanlah arena balapan. Di sana ada pengendara lain, pejalan kaki, dan masyarakat yang memiliki hak untuk merasa aman. Mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi tanpa SIM dan perlengkapan keselamatan bukan prestasi, melainkan tindakan membahayakan diri dan orang lain,” tegas IPDA Alfan.
Ia menyarankan bakat otomotif disalurkan melalui wadah resmi, bukan aksi ugal-ugalan yang mempertaruhkan nyawa.
2. SIKAPI GENG MOTOR & BULLYING
Terkait geng motor, ia mengajak siswa selektif dalam pergaulan.
“Membuat orang lain takut bukanlah tanda keberanian, melainkan menunjukkan bahwa kita belum mampu menghargai sesama. Lebih baik memiliki sedikit teman yang membawa kita menuju kesuksesan daripada banyak teman yang menjerumuskan kita ke dalam masalah,” lanjutnya.
Terkait bullying, perbedaan fisik maupun akademis tidak boleh jadi alasan merendahkan. Sekolah harus menjadi tempat aman dan nyaman untuk menuntut ilmu.
3. DORONG SINERGITAS
IPDA Alfan menegaskan Polri hadir bukan sekadar penegak hukum, melainkan mitra pencegahan dan pembimbing generasi muda. Ia mengajak pendidik dan orang tua membangun komunikasi aktif untuk mencetak generasi Kuningan yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi.
Upacara ditutup dengan penyuluhan interaktif, foto bersama, serta komitmen SMPN 1 Kadugede menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan ramah anak.
.png)

