Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: X)
Pena Medan -
Ukraina bersiap meningkatkan serangan militer terhadap kilang minyak Rusia sebagai langkah balasan atas intensifikasi serangan udara Moskow terhadap infrastruktur energi dan kota-kota Ukraina menjelang musim dingin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, badan intelijen Ukraina telah memperoleh dokumen yang menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan doktrin baru terkait serangan militer terhadap sasaran sipil.
Dalam doktrin tersebut, sejumlah fasilitas sipil disebut masuk dalam daftar sasaran, mulai dari infrastruktur, jalur logistik, jalan, sekolah, hingga rumah sakit.
“Untuk menekan orang-orang agar meninggalkan ibu kota, meninggalkan kota-kota lain: inilah tujuan operasi tersebut," kata Zelensky, dikutip dari Reuters, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Zelensky, perubahan kebijakan Moskow didorong keinginan Putin untuk menunjukkan kekuatan ketika pasukan Rusia disebut mengalami tekanan di salah satu wilayah garis depan dan menghadapi tingkat korban yang tinggi.
Kremlin belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan Moskow akan terus melakukan serangan balasan terhadap target di Ukraina.
Zelensky mengatakan Kyiv akan merespons serangan terhadap sektor energi dengan menyasar sektor energi Rusia, terutama kilang minyak yang menghasilkan pendapatan untuk membiayai perang.
“Kita harus merespons dengan cara apa pun (yang kita bisa). Dengan serangan mereka terhadap energi kita, kita harus membalas dengan energi mereka. Pertama-tama, kilang minyak, dll. Dari mana mereka mendapatkan uang untuk perang ini?” ujarnya.
Meski demikian, Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan melakukan serangan secara membabi buta terhadap fasilitas sipil.
“Namun, tentu saja kami tidak akan membalas, seperti mereka, terhadap objek sipil mana pun,” tegasnya.
Sumber: RMOL
.png)
