PASAR SAHAM

Bakal Hadiri KTT APEC di China, Putin Berpeluang Absen dari G20 Bareng Trump

Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang dengan Presiden China Xi Jinping selama upacara penyambutan di Great Hall of the People, Beijing, China, Rabu (20/5/2026). Foto: Maxim Shemetov/Pool/REUTERS

Pena Medan -

Presiden Rusia Vladimir Putin berencana menghadiri langsung KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang digelar di China pada November 2026. Namun, Putin kemungkinan besar tidak akan menghadiri KTT Group of 20 (G20) di Amerika Serikat yang berpotensi dihadiri Presiden Donald Trump.

Menurut sejumlah orang yang dekat dengan Kremlin, Putin akan menghadiri KTT APEC secara langsung untuk pertama kalinya sejak 2017. Sementara itu, peluang Putin hadir di KTT G20 di Florida bersama Trump disebut sangat kecil.

Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena informasi tersebut belum diumumkan kepada publik. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga belum memberikan tanggapan terkait rencana tersebut.

Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan kepada televisi pemerintah Rusia awal bulan ini bahwa rencana tersebut akan bergantung pada keputusan Trump untuk menghadiri APEC.

Itu akan bergantung pada apakah Trump memutuskan untuk menghadiri APEC," katanya dikutip dari Bloomberg, Selasa (22/9). 

Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT APEC di Shenzhen pada 18-19 November 2026. Kehadiran Putin di China membuka kemungkinan pertemuan tiga arah antara Putin, Xi Jinping, dan Trump. Gagasan tersebut sebelumnya telah dibicarakan oleh Putin dan Xi dalam pertemuan mereka di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Kyrgyzstan.

Jika Trump hadir, pertemuan tersebut berpotensi mempertemukan tiga pemimpin dari negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia di sela-sela forum APEC.


Kemungkinan Lewatkan G20

Perjalanan internasional Putin dalam beberapa tahun terakhir relatif terbatas karena sanksi, pertimbangan keamanan, serta surat perintah penangkapan dari International Criminal Court (ICC) pada 2023 terkait tuduhan deportasi anak-anak Ukraina secara ilegal.

Meski demikian, Putin tetap melakukan kunjungan ke sejumlah negara, termasuk China, India, Uni Emirat Arab, Korea Utara, Vietnam, dan beberapa negara bekas Uni Soviet. Ia juga mengunjungi Mongolia pada 2024 meskipun negara tersebut merupakan pihak dalam Rome Statute, perjanjian yang menjadi dasar pembentukan ICC.

Sejak Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina, Putin cenderung menghindari forum multilateral yang berpotensi mempertemukannya dengan negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.

Kehadiran Putin di APEC akan mempertemukannya dengan pemimpin dari negara seperti Kanada, Jepang, Korea Selatan dan Australia. Bagi China sebagai tuan rumah, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tantangan diplomatik. Namun, bagi Putin, APEC juga akan menjadi panggung internasional terbuka yang signifikan sejak perang Ukraina dimulai.

Sementara itu, pejabat Rusia disebut memperkirakan hampir tidak ada kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang Ukraina sebelum KTT G20. Mereka juga disebut semakin kecewa terhadap utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Ada pula risiko Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy hadir dalam KTT G20. Kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan lain bagi Putin untuk tidak menghadiri pertemuan di Florida.

Putin tetap bertekad menguasai seluruh wilayah Donetsk di Ukraina timur. Menurut orang-orang yang mengetahui pemikiran Kremlin, Putin meyakini militer Rusia mampu mencapai tujuan tersebut dalam enam bulan ke depan.




Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Network News

📰
BERITA TERKINI
LIVE UPDATE
Menghubungkan ke berita terbaru...

Iklan


Jaringan Media

Portal media digital dalam satu jaringan informasi

21 Media Online
Media yang Anda cari tidak ditemukan.

نموذج الاتصال