Pelari jarak jauh Indonesia Agus Prayogo ketika ditemui ANTARA saat dirinya menghadiri acara jumpa pers PLN Electric Run 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Jakarta, Pena Medan -
Pelari jarak jauh Indonesia Agus Prayogo menyambut baik semakin menjamurnya ajang lari di Tanah Air sehingga turut membantu proses regenerasi pelari-pelari jarak jauh di masa depan.
Menurut Agus, banyaknya ajang lari di Indonesia saat ini turut membantu untuk regenerasi pelari-pelari jarak jauh untuk meneruskan jejak dirinya yang sudah memutuskan gantung sepatu dari tim nasional.
"Kalau sekarang tidak bisa kita pungkiri bahwasanya event lari di Indonesia nih khususnya, hampir tiap minggu itu ada. Dulu di era saya di tahun 2000-an awal sampai 2010-an, itu event lari itu bisa dihitung dengan jari. Itu dulu saya sempat khawatir bahwasanya nanti kalau nggak ada event lari ini regenerasi seperti apa?," kata Agus ketika ditemui awak media di jumpa pers PLN Electric Run 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat.
Agus mengatakan, keuntungan banyaknya ajang lari saat ini adalah atlet-atlet nasional dengan mudah untuk mendapatkan tempat latihan yang kompetitif. Selain itu, kata dia, keuntungan lainnya adalah akan terus ada pelari-pelari muda yang muncul, mengingat olahraga lari yang saat ini semakin digemari masyarakat.
"Karena prinsipnya kan gini, semakin banyak kompetisi maka regenerasi itu kan akan berjalan. Terbukti sekarang hampir tiap minggu itu ada event lari, akhirnya banyak atlet-atlet muda di daerah itu pada berlatih dan muncul atlet-atlet muda yang bisa dibilang untuk menjadi the next Agus Prayogo untuk mewakili bangsa di ajang multievent, itu bermunculan banyak sekali," jelas dia.
Pelari 40 tahun itu sendiri terpantau mengikuti banyak ajang lari setelah memutuskan gantung sepatu. Dipantau dari Instagram resminya, dalam sebulan terakhir ia baru menyelesaikan Pocari Sweat Run Lombok, Mandiri Jogja Marathon, dan BTN Jakarta International Marathon.
Sementara itu, Agus mengaku sangat antusias tahun ini kembali mengikuti PLN Electric Run 2026 yang akan digelar pada 8 November di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Agus sangat menantikan berlari di PLN Electric Run setelah pada tahun ini, ajang ini mengajukan sertifikasi standar internasional World Athletics Label untuk Half Marathon.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung menilai langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri lari nasional. Menurutnya, kehadiran race berstandar internasional akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang road race berkualitas.
Hal ini juga menguntungkan untuk pelari-pelari tim nasional karena mereka akan mendapatkan pesaing sepadan dari pelari-pelari internasional yang akan turut serta.
“Itu membuat pelari-pelari kami, baik yang di pemusatan latihan nasional maupun yang di daerah, kalau ikut serta di lomba-lomba yang bersertifikasi internasional dan mengundang pelari-pelari luar negeri, itu menjadi kesempatan atau opportunity kepada pelari-pelari nasional kita untuk bisa bersaing dan tidak perlu pergi jauh-jauh, tidak perlu pergi ke negara lain, karena di negara kita sendiri pelari internasional itu akan datang,” ucap Tigor.
Sumber: Antara
.png)
