Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/nalinratphi
Jakarta, Pena Medan -
Kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai 'silent killer' atau pembunuh diam-diam. Sebab, kadar kolesterol jahat (LDL) yang melonjak drastis di dalam aliran darah sering kali tidak menunjukkan gejala mencolok sama sekali.
Sampai akhirnya, memicu kondisi fatal seperti serangan jantung atau stroke.
Kebanyakan orang baru menyadari adanya masalah saat dada mereka mulai terasa nyeri atau sesak (angina). Padahal, sebelum rasa nyeri di dada itu muncul, tubuh sebenarnya sudah memberikan beberapa sinyal peringatan halus yang sering kali diabaikan.
"Meskipun kolesterol dapat mulai terjadi sejak usia 20 atau 30 tahun, hal ini kerap dikaitkan dengan penuaan. Kolesterol bisa menumpuk di dalam tubuh tanpa gejala yang terlihat jelas, sampai menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung atau stroke," jelas pakar kardiologi intervensi dari Max Super Speciality Hospital, India, Dr Ashish Kumar Govil.
"Untuk itu, sangat penting bagi masyarakat mengetahui kadar kolesterol mereka sedini mungkin," sambungnya yang dikutip dari Times of India.
Lantas, apa saja tanda-tanda halus yang perlu diwaspadai sebelum pembuluh darah terlanjur tersumbat parah?
Tanda-tanda Halus Kolesterol Mulai Naik
1. Bercak Kuning di Kelopak Mata (Xanthelasma)
Timbulnya plak atau benjolan lunak berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata merupakan tanda fisik nyata. Itu menandakan adanya penumpukan deposit lemak atau kolesterol di bawah jaringan kulit.
2. Lingkaran Abu-abu di Mata (Arcus Senilis)
Munculnya garis melingkar berwarna abu-abu atau putih di sekitar kornea mata. Terutama jika dialami oleh usia muda, bisa menjadi indikasi kuat adanya masalah metabolisme lipid di dalam tubuh.
3. Kaki Sering Kram atau Nyeri Saat Berjalan
Ketika kolesterol menyumbat arteri di kaki, kondisi ini memicu Peripheral Artery Disease (PAD). Aliran darah yang minim membuat kaki terasa gampang pegal, kram, atau dingin, bahkan saat hanya melakukan aktivitas ringan.
4. Sering Pusing dan Nyeri di Tengkuk Leher
Penyempitan pembuluh darah akibat plak kolesterol menghambat suplai oksigen dan darah menuju otak. Kondisi ini kerap memicu keluhan pusing berulang hingga rasa tegang di area belakang leher, meski kondisi ini bisa dipicu masalah kesehatan lainnya.
Sumber: detik
.png)

