PENA MEDAN JAWA BARAT,"Bagi para pengagum sejarah Islam Nusantara, nama Syekh Tolhah bin Tholabuddin Kalisapu (1825–1935 M) adalah kunci penting di balik besarnya jaringan tarekat di Jawa Barat. Beliau bukan sekadar ulama lokal, melainkan sang Mursyid Agung yang menjadi "jembatan" sanad spiritual internasional.
Syekh Tolhah lahir di Trusmi, Cirebon. Lewat silsilah ayahnya, Syekh Tholabuddin, garis keturunan beliau menyambung langsung kepada Sultan Cirebon ke-2, yaitu Pangeran Pasarean bin Sunan Gunung Jati.
Saat menuntut ilmu di Batavia dan Mekah, beliau menjadi murid kesayangan dari Syekh Ahmad Khatib Al-Sambasi—ulama besar asal Kalimantan yang menjadi pemegang otoritas tertinggi sekaligus pendiri Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) di Masjidil Haram.
Dari rahim didikan Syekh Tolhah di Cirebon, lahirlah Abah Sepuh (Syekh Abdullah Mubarok), yang kelak mendirikan Pondok Pesantren Suryalaya di Tasikmalaya. Melalui jalur inilah, ajaran TQN menyebar masif ke jutaan jemaah di seluruh Indonesia.
Kini, makam beliau yang tenang berada di kawasan perbukitan Gunung Jati, berdampingan dengan makam ulama legendaris, Syekh Dzatul Kahfi (Syekh Nurjati). Ziarah ke sini tidak hanya membawa ketenangan, tapi juga mengingatkan kita pada kuatnya akar sejarah Islam di tanah pasundan.Alfatihah untuk Syekh Tolhah Kalisapu. 🤲
#makamwaliyullah #UlamaNusantara #SyekhTolhahCirebon #SunanGunungJati #TarekatQodiriyahWaNaqsyabandiyah #TQNSuryalaya #SejarahCirebon #makamkeramat #TokohIslam
.png)


