Rumah Sakit Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus Usai Jalani Operasi Ketiga

Foto barang bukti yang diamankan oleh polisi dari TKP penyiraman air keras Andrie Yunus, Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Jakarta, Pena Medan -

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, telah menjalani operasi mata ketiga di RSCM pada Sabtu (28/3). Operasi ini dilakukan setelah Andrie menjadi korban penyiraman air keras.

Manager Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkapkan ditemukan permukaan kornea Andrie yang semakin menipis saat operasi dilakukan. Selain itu, dinding bola matanya pun mengalami kebocoran.

"Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata," tutur Yoga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4).

Oleh karena itu, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Yoga mengatakan bola mata Andrie dilakukan penambalan.

"Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dilakukan penambalan bola mata dengan jaringan selaput dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva," ungkap Yoga.

Sebagai tindak lanjut setelah operasi, mata kanan Andrie ditutup dengan penjahitan selama empat bulan ke depan. Hal tersebut dimaksudkan untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata Andrie.

"Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan," ujar Yoga.

"Penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya," sambungnya.

Secara umum, Yoga menjelaskan kondisi luka Andrie mengalami perbaikan dengan sebagian besar lukanya telah menutup dan mengering. 

"Ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan," ujar Yoga.

Selain itu, Yoga mengatakan masih terdapat area kulit mati di leher belakang. Area tersebut akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan.

"Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik," kata Yoga.

Sementara itu, kondisi psikologis Andrie diungkapkan stabil. Andrie pun akan terus dipantau oleh tim medis secara multidisiplin.

"Hingga saat ini, pasien masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan terkait lainnya guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan berkesinambungan," ucap Yoga.

Andrie disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. Belakangan, Puspom TNI membenarkan tiga perwira dan satu bintara anggota BAIS TNI menjadi terduga pelakunya.

Akibatnya, Kepala BAIS TNI, Letjen Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.




Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال