Pena Medan -
Umat Islam di Yerusalem melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026, di luar tembok Kota Tua. Mereka berdoa di jalan setelah otoritas zionis Israel melarang memasuki Masjid Al-Aqsa.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, umat Muslim tidak dapat menghadiri salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa karena pembatasan yang diberlakukan oleh Israel selama agresi ke Iran.
Semua tempat suci di Kota Tua Yerusalem, termasuk gereja makam suci bagi umat Kristen dan tembok barat bagi umat Yahudi akan tetap ditutup.
Idulfitri biasanya disambut dengan sukacita dan kegembiraan. Ditandai dengan salat berjamaah dan juga perayaan yang biasanya meliputi kunjungan keluarga, pertemuan, jalan-jalan dan pakaian baru.
Namun tahun ini Idulfitri mendekat di tengah perang Iran yang telah mengguncang banyak negara di Timur Tengah dan menyebabkan konsekuensi yang luas.
Sumber: MetroTV
.png)

