Presiden Prabowo Ingin Semua Kendaraan Pakai Listrik: Biar Orang Kaya yang Bayar Bensin

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Bakom RI

Bogor, Pena Medan -

Presiden Prabowo Subianto merencanakan percepatan penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari motor hingga truk, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.

“Tapi the whole plan is, semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab dengan jurnalis senior dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut juga bertujuan agar konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan. 

“Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lu pakai bensin, lu bayar aja harga dunia. Mau 200 dolar ya kan, lu orang kaya kok, yang lain?" tuturnya. 

Menurut Prabowo, peralihan ke kendaraan listrik dapat menjadi langkah besar bagi Indonesia, terutama dalam menekan biaya energi. 

"Kita sudah bikin simulasi, ternyata si yang naik motor kalau dia pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20%, seperlima. Jadi this is our game changer. Ini game changer,” kata dia.

Selain itu, Prabowo juga menargetkan percepatan pengembangan energi baru terbarukan, khususnya tenaga surya.

“Jadi saya berniat, saya sudah kasih keputusan politik. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, paling lambat 2 tahun kalau bisa kita harus punya tenaga surya 100 gigawatt. Nah, kita sekarang sudah bisa produksi sekitar kalau tidak salah ya 11 gigawatt dari dalam negeri saat ini,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti masih adanya pembangkit listrik tenaga diesel yang dinilai tidak efisien dan mahal.

“Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 gigawatt. Jadi ini harus kita tutup, tidak boleh lagi ada listrik dari diesel, terlalu mahal. Jadi saya kira dalam waktu dekat 13 gigawatt bisa kita adakan,” kata dia.

“Jadi very soon, kita tidak akan pakai diesel, solar, untuk listrik. Itu penghematan kita yang pertama,” lanjutnya.

Prabowo juga menyinggung potensi besar Indonesia dalam energi terbarukan, termasuk kelapa sawit yang dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar.

“Tapi kalau tenaga surya itu bisa cepat, dan yang kita punya keunggulan. Maaf, saya diejek kan ini presiden sawit. Iya, saya bangga saya jadi presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar," tutur Prabowo. 

"Dari kelapa sawit, kita bisa menghasilkan solar. Dari kelapa sawit, bensin bisa juga. Avtur dari kelapa sawit," sambungnya.

Namun, ia menegaskan untuk tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan mendorong pengurangan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian global.

“Jadi, we are in the better position than many countries. Tapi benar, 1 tahun ini kita harus benar-benar waspada. Mau tidak mau, kita harus semua merasakan, kita harus mengurangi konsumsi BBM. Tapi ya, kita harus siap kemungkinan paling jelek,” kata Prabowo.




Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال