Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberi instruksi saat menghadapi Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey di Camp Nou, Spanyol, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)
Pena Medan -
Hansi Flick menegaskan Barcelona tidak akan mengubah gaya bermain saat menghadapi Newcastle United di Liga Champions. Pelatih asal Jerman itu tetap mewaspadai ancaman dari wakil Liga Inggris tersebut.
Barcelona dijadwalkan bertandang ke St James' Park untuk menjalani leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. Laga tersebut menjadi langkah penting bagi kedua tim untuk melaju ke perempat final.
Secara performa, Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi. Klub asal Catalunya itu saat ini memimpin klasemen Liga Spanyol dan memiliki skuad bertabur bintang.
Di sisi lain, Newcastle tengah menjalani musim yang tidak konsisten di Liga Inggris. Meski begitu, Flick menilai klub Inggris tetap berbahaya terutama di kompetisi Eropa.
Flick Sebut Liga Inggris sebagai Liga Terbaik
Timnas Jerman di tangan Hansi Flick bisa dibilang gagal total saat Piala Dunia 2022. Skuad berjuluk Der Panzer itu tak mampu melaju ke fase gugur setelah finis di peringkat ketiga klasemen Grup E. Flick sendiri diketahui merupakan salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di perhelatan akbar empat tahunan ini. Ia tercatat mendapatkan upah 5 juta pound sterling atau Rp94 miliar per tahun sebagai pelatih Timnas Jerman. (AFP/Ina Fassbender)
Hansi Flick menilai kekuatan klub klub Liga Inggris tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, kualitas kompetisi di Inggris membuat banyak tim mampu bersaing di level Eropa.
Ia juga menyoroti fakta bahwa beberapa klub Liga Inggris berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Hal itu menunjukkan kedalaman kualitas tim di liga tersebut.
"Premier League adalah liga yang hebat. Bagi saya itu adalah liga terbaik di dunia dan mereka memiliki tim tim yang sangat kuat," kata Flick.
"Tentu saja mereka juga memiliki banyak uang untuk membuat keputusan yang tepat. Mereka melakukannya dengan baik karena sekarang ada enam tim yang lolos ke babak berikutnya," lanjut Flick.
Flick menegaskan Barcelona tidak akan mengubah pendekatan permainan meski menghadapi lawan dengan gaya berbeda. Ia ingin timnya tetap bermain dengan identitas khas Barcelona.
Menurutnya, filosofi permainan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi para pendukung klub. Karena itu Barcelona akan tetap mempertahankan gaya bermain mereka.
"Kami harus melanjutkan jalan kami, gaya kami, bagaimana kami ingin bermain. Ini adalah filosofi kami," ujar Flick.
"Kami ingin bermain seperti Barcelona juga di Liga Champions karena para pendukung bangga kepada kami dan cara kami memainkan sepak bola," tambah Flick.
Flick juga mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kekuatan Newcastle dalam situasi serangan balik. Ia menilai tim asal Inggris memiliki pemain yang sangat cepat.
Menurutnya, pertandingan di Liga Champions memiliki atmosfer yang berbeda dibanding kompetisi domestik. Setiap tim akan berusaha menunjukkan performa terbaiknya.
"Liga Champions itu berbeda. Semua tim yang bermain pada tahap ini ingin menunjukkan performa terbaik mereka," kata Flick.
"Mereka adalah tim yang sangat berbahaya dalam transisi karena memiliki pemain yang sangat cepat dan berkualitas. Kami harus mampu menghadapinya dan mengelolanya dengan baik," tutup Flick.
Sumber: Liputan6
.png)

