Menlu Iran Desak Negara-Negara Kawasan Usir 'Agresor Asing' dari Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)

Teheran, Pena Medan -

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mengusir “agresor asing” dari wilayah mereka di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Dalam unggahannya di platform X pada Sabtu kemarin, Araghchi menyatakan bahwa kehadiran kekuatan militer asing di kawasan justru memicu konflik dan instabilitas.

Dikutip dari Antara, Minggu, 15 Maret 2026, ia menilai sistem keamanan regional yang selama ini dipimpin Amerika Serikat terbukti tidak mampu mencegah konflik dan bahkan memperburuk situasi.

Araghchi mengatakan bahwa Washington kini bahkan meminta bantuan negara lain, termasuk Tiongkok, untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa payung keamanan Amerika Serikat di kawasan telah gagal.

Ia juga menegaskan bahwa negara-negara regional seharusnya mengambil langkah sendiri untuk menjaga stabilitas tanpa campur tangan kekuatan asing.

Ketegangan di Selat Hormuz

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Iran disebut telah membatasi lalu lintas di selat tersebut sejak awal Maret di tengah meningkatnya permusuhan dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, Araghchi mengatakan jalur tersebut tetap terbuka bagi kapal-kapal yang tidak berasal dari Amerika Serikat, Israel, atau sekutu mereka.

“Kapal-kapal lain bebas untuk lewat,” ujarnya dalam wawancara dengan stasiun televisi MS Now.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap Israel serta sejumlah negara di Timur Tengah yang menampung aset militer Amerika Serikat.



Sumber: MetroTV 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال