Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah tahun 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Kemendagri RI)
Jakarta, Pena Medan -
Presiden Prabowo Subianto menyayangkan adanya pihak-pihak yang berupaya menjelekkan bangsa Indonesia. Ia menegaskan, perbedaan sikap terhadap beberapa orang seharusnya tidak dijadikan alasan untuk merusak nama baik bangsa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
“Kalau saudara tidak suka dengan 2 atau 3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo silakan 2029 bertarung,” tegasnya.
Prabowo juga menyinggung aksi demonstrasi yang kerap terjadi. Menurut dia, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara, namun ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak berujung pada kerusuhan.
“Sedikit-dikit mau demo, demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan, dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar bom molotf, saya katakan itu membahayakan, itu pidana.,” kata Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo mengklaim terdapat indikasi keterlibatan pihak asing dalam mengendalikan kelompok-kelompok tertentu saat aksi demonstrasi terjadi.
"Kalau mau demo silahkan, tapi mau bagaimana, kamu 5000 kali demo tidak akan ada satu pabrik dibuka, jadi kelompok-kelompok ini sadar tidak sadar mereka dikendalikan oleh pihak asing, yakin saya! dan saya punya bukti," tegasnya.
Prabowo: Pimpinan BUMN yang Dulu Jangan Enak-Enak Kau, Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan untuk pejabat negara yang melakukan tindak pidana korupsi. Pesan ini juga dikirim untuk pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggerogoti uang negara.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Awalnya, Prabowo bicara mengenai pembentukan Danantara. Prabowo mengatakan, lahirnya Danantara untuk menyelamatkan kekayaan negara.
“Saya himpun semua kekuatan milik negara dalam satu pengelolaan,” ujar Prabowo.
Prabowo menyebutkan, nilai kekayaan negara yang dikelola BUMN nilainya hampir USD 1 triliun. Sebelum ada Danantara, kekayaan itu dikelola oleh seribu lebih perusahaan BUMN.
“Bayangkan siapa yang bisa manage seribu perusahaan? Ini akal-akalan,” ucapnya.
Nada bicara Prabowo mulai meninggi. Prabowo mengirim pesan untuk pihak-pihak yang mengakali kekayaan negara di perusahaan BUMN. Prabowo mengancam bakal menindak tegas.
“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” tegas Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini memastikan tidak akan main-main dalam penegakan hukum. Ketegasan tidak hanya di atas panggung saja.
“Kan mereka ngejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.
Prabowo Ajak Hentikan Korupsi
Presiden mengajak semua pihak menghentikan perilaku korup. Prabowo berpesan agar pejabat negara ingat keluarga untuk menjauhi godaan korupsi.
“Saya paling kasihan kalau saya lihat tokoh atau kawan diborgol, pakao baju oranye, kasihan anak istrinya, sudahlah,” pesannya.
Menurut Prabowo, lebih baik mengisi hidup dengan kebaikan. Agar sisa hidup lebih berarti bagi banyak orang. Prabowo pun berseloroh mengenai kematian.
“Sudahlah, kita semua sebentar lagi dipanggil. Kalau dipanggil enggak sesuai nomor urut, senioritas. Belum tentu aku duluan. Bisa-bisa yang muda-muda. Jadi lebih baik berbuat kebaikan, lebih mulia,” tutup Prabowo.
Sumber: Liputan6
.png)

