AHY Sebut Presiden Prabowo Subianto Ingin Batam Jadi Gerbang Ekonomi Dunia


Jakarta, Pena Medan -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya menjadikan Batam sebagai gerbang ekonomi dunia.

AHY menyebut, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo. Batam digadang tak hanya unggul di Asia Tenggara, tapi juga mampu unjuk gigi di kancah dunia.

"Saat ini di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto kita ingin membangun ekonomi Batam sendiri terus menjadi salah satu laboratorium, di mana menjadi gerbang atau pintu ekonomi di tingkat kawasan Asia Tenggara tapi juga dunia," ungkap AHY dalam malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Batam, Kepulauan Riau, ditulis Selasa (17/2/2026).

"Mudah-mudahan sesuai dengan semangat awal berdirinya Batam ini benar-benar bisa kita kawal terus, sehingga sektor ekonominya, bisnisnya, pariwisatanya terus maju dan berkembang," ia menambahkan.

Salah satu poin spesial Batam, kata AHY, adalah kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ). Kebijakan ini dinilai mampu mendatangkan investasi dan kekuatan ekonomi yang berdampak positif terhadap nasional.

"Memang industrinya harus terus kita perkuat. Hilirisasi juga menjadi bagian penting, tidak mungkin kita hanya mengekspor sumber daya alam kita, kita harus punya nilai tambah," ungkap AHY, didampingi Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Pintu Gerbang Investasi

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi Sona Maesana menegaskan posisi strategis Batam sebagai pintu gerbang investasi. Dalam hal ini, ia turut mengungkapkan posisi Indonesia yang berada di peringkat ke-14 dunia dan ke-2 Asia Tenggara untuk tujuan Foreign Direct Investment (FDI). 

Sona menyampaikan, realisasi investasi nasional pada 2024 sebesar USD 114,3 miliar atau setara Rp 1.714,2 triliun (tumbuh 20,8 persen secara tahunan), menjadi bukti bahwa iklim investasi Indonesia kian kompetitif secara global.

"Kita menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029. Untuk mencapainya, strategi hilirisasi menjadi kunci," ujar Sona dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Agustus 2026.

Singapura Paling Banyak Investasi di Batam

Batam

Ikon sekaligus landmark kota Batam di Bukit Clara ini rencananya akan dipindahkan di dekat Bandara Hang Nadiem. Foto: liputan6.com/ajang nurdin

Sosok yang juga merupakan Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI tersebut menilai, Batam memainkan peran signifikan dalam kontribusi investasi nasional. 

Sepanjang 2020 hingga Semester I 2025, Batam mencatat kontribusi 1,67 persen terhadap total investasi nasional, dengan pertumbuhan rata-rata mendekati 9 pesen per tahun. 

Menariknya, Singapura mendominasi investasi asing langsung (PMA) di Batam, dengan kontribusi sebesar 58,42 persen dalam periode tersebut.

Monumen Welcome to Batam

Monumen Welcome to Batam menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Batam. Tulisan itu menghadap langsung ke dermaga kapal ferri internasional sebagai sambutan selamat datang wisatawan. (Liputan6.com/ Ajang Nurdin)

"Batam memiliki positioning kuat sebagai pusat manufaktur dan pusat data digital. Dari 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, 4 berada di Batam. Ini memperkuat peran Batam sebagai pusat akselerasi industri masa depan," terang Sona.

Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan terus memperkuat sinergi antara kawasan industri, pelaku usaha, dan investor dalam negeri maupun global. Khususnya di sektor hilirisasi, energi terbarukan, teknologi digital, dan infrastruktur logistik.

"Kami mengundang para investor untuk melihat Batam sebagai pusat peluang baru, tak hanya dari sisi lokasi geografis yang strategis, tetapi juga dari kesiapan ekosistem dan insentif yang ditawarkan," ungkap Sona.


 


Sumber: Liputan6 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال