Iran Umumkan 3.117 Orang Tewas Selama Demo Besar-besaran

Mobil-mobil dibakar dalam unjuk rasa yang berlangsung di Teheran, ibu kota Iran, pada awal Januari (dok. Reuters)

Teheran, Pena Medan -

Pemerintah Iran mengumumkan angka resmi untuk jumlah korban tewas selama unjuk rasa antipemerintah melanda negara itu pada awal bulan ini. Teheran menyebut sedikitnya 3.117 orang tewas selama aksi protes berlangsung selama beberapa minggu.

Namun para aktivis HAM menyebut jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi, karena adanya penindakan keras dari pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran.

Unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh kemarahan publik terhadap kesulitan ekonomi ini, berubah menjadi aksi protes meluas menentang kepemimpinan ulama yang memerintah Iran sejak revolusi tahun 1979 silam. Kerusuhan dan kekerasan mewarnai unjuk rasa yang berlangsung di beberapa kota di negara tersebut.

Namun untuk saat ini, aksi protes tampaknya telah mereda di tengah apa yang digambarkan oleh para aktivis HAM sebagai penindakan keras oleh aparat keamanan, di bawah kedok pemadaman internet secara menyeluruh.

Otoritas ulama Iran mengecam gelombang protes itu sebagai insiden "teroris" yang diwarnai "kerusuhan" yang dikobarkan oleh Amerika Serikat (AS). Namun kelompok HAM menyebut ribuan demonstran yang menuntut perubahan tewas akibat tembakan langsung dari pasukan keamanan Iran.

Dalam penghitungan resmi pertama dari pemerintah Iran yang diungkap ke publik, pernyataan yayasan veteran dan martir Iran yang dikutip televisi pemerintah, seperti dilansir AFP, Kamis (22/1/2026), menyebutkan bahwa total 3.117 orang tewas selama unjuk rasa berlangsung.

Dari angka tersebut, menurut pernyataan yayasan veteran dan martir Iran, sebanyak 2.427 korban tewas di antaranya, termasuk anggota pasukan keamanan, dianggap "martir" menurut ajaran Islam. Mereka juga disebut sebagai korban yang "tidak bersalah".

"Sebanyak 690 orang yang tidak termasuk di antara para martir adalah teroris, perusuh, dan mereka yang menyerang situs-situs militer," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Akbar Pourjamshidian, kepada televisi pemerintah.




Sumber: detik 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال