Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta, Pena Medan -
Perum Bulog mempercepat penyaluran tambahan 150 ribu ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahap II dengan memprioritaskan peternak mikro. Program ini ditujukan untuk memperluas akses terhadap jagung pakan dengan harga terjangkau sekaligus membantu menekan biaya produksi peternakan rakyat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan percepatan penyaluran dilakukan untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih kompetitif.
"Kami terus mempercepat penyaluran SPHP jagung untuk membantu peternak memperoleh jagung pakan dengan harga yang lebih terjangkau," kata Rizal di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Rizal menyampaikan Bulog mulai menggencarkan penyaluran tambahan jagung sejak Senin, 19 Oktober 2026, melalui penugasan SPHP jagung tahap II. Penyaluran tersebut diprioritaskan bagi peternak mikro di berbagai daerah.
Menurut dia, program ini merupakan bagian dari upaya Bulog mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat melalui penyediaan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.
"Penyaluran jagung SPHP tahap II diharapkan dapat memperluas akses peternak mikro terhadap jagung pakan sekaligus membantu menjaga efisiensi biaya produksi peternakan," ujar Rizal.
Di tengah pelaksanaan penugasan tahap II, Bulog juga mempercepat penyelesaian penyaluran SPHP jagung tahap I. Hingga saat ini, realisasi penyaluran tahap pertama telah mencapai 84,43 persen. Bulog melanjutkan penyaluran sisa alokasi tahap I agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak peternak yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
Rizal menegaskan percepatan penyaluran tahap pertama berjalan beriringan dengan pelaksanaan penugasan tambahan tahap II sebanyak 150 ribu ton. "Bulog berkomitmen memastikan penyaluran SPHP jagung berjalan optimal dan tepat sasaran. Kami terus mempercepat penyelesaian sisa penyaluran SPHP jagung tahap I, sekaligus menjalankan tambahan penugasan tahap II sebanyak 150 ribu ton," kata dia.
Harga jagung SPHP maksimal Rp5.500/kg
Dalam penugasan tahap II, harga jagung SPHP ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog. Sementara itu, harga maksimal di tingkat peternak melalui koperasi ditetapkan Rp5.500 per kilogram.
Skema harga tersebut diharapkan membantu peternak memperoleh jagung pakan dengan biaya lebih terjangkau. Pasalnya, biaya pakan menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan produksi peternakan.
Bulog juga mengoptimalkan penyaluran melalui koperasi untuk memperluas jangkauan program kepada peternak mikro. Perusahaan berkomitmen memastikan distribusi berjalan optimal dan tepat sasaran.
Rizal mengatakan percepatan penyaluran jagung SPHP menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau agar dapat diakses peternak secara lebih merata.
Melalui pelaksanaan program SPHP jagung tahap I dan tahap II, Bulog berupaya memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan, termasuk komoditas jagung untuk kebutuhan pakan ternak.
"Upaya ini diharapkan dapat mendukung efisiensi usaha peternakan rakyat, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperkuat ekosistem pangan nasional," kata Rizal.
Sumber: MetroTV
.png)
