Mengenal Bagus Rangin, Ulama Pejuang Cirebon yang Gelorakan Perang Kedongdong Lawan Kolonial Belanda Simbol Perlawanan Rakyat Caruban Nagari Tahun 1802–1812

 


PENA MEDAN JAWA BARAT,"CIREBON - Gempar Bagus Rangin atau Tubagus Rangin adalah tokoh ulama dan pemimpin perlawanan rakyat Cirebon terhadap penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sekitar tahun 1802–1812, ia memimpin Perang Kedongdong di wilayah Susukan–Kedongdong untuk menentang penindasan kolonial dan mengembalikan kedaulatan Caruban Nagari.

Bagus Rangin berasal dari Sindangkasih, Majalengka, wilayah Kesultanan Cirebon. Ia seorang ulama, pemimpin rakyat, dan memiliki garis keturunan bangsawan Banten-Cirebon. Gelar "Tubagus" melekat karena nasab keulamaan dan kebangsawanannya.

Memimpin Perang Kedongdong, perlawanan rakyat berskala besar yang menghimpun petani, santri, jawara, dan sisa prajurit Kesultanan Cirebon. Perjuangan ini bertujuan mengusir Belanda dari tanah Cirebon.

Dilatarbelakangi penindasan kolonial Belanda dan ketidakadilan terhadap petani pribumi. Bagus Rangin menyerukan semangat kejayaan Kesultanan Cirebon dan ajaran Sunan Gunung Jati tentang keadilan serta kemerdekaan.

Perlawanan dilakukan dengan semangat jihad dan kebangsaan. Panji perjuangan Bagus Rangin bertuliskan "Caruban Nagari" dan kalimat Syahadat sebagai simbol penyatuan agama dan nasionalisme. Dengan persenjataan tradisional, pasukan rakyat bertempur melawan tentara Belanda yang bersenjata modern.

Setelah bertahun-tahun berjuang, pasukan Bagus Rangin akhirnya gugur sekitar tahun 1812. Namun semangatnya tidak padam dan menjadi inspirasi perjuangan rakyat Priangan Timur dan Cirebon.

Nama Bagus Rangin kini dikenang sebagai pahlawan lokal Cirebon–Majalengka. Ia menjadi simbol perlawanan rakyat kecil terhadap kolonialisme dan sering disejajarkan semangatnya dengan Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah. Beberapa makam dan situs perjuangannya masih dihormati dan diziarahi masyarakat hingga sekarang.

"Bagus Rangin adalah bukti bahwa ulama tidak hanya mengajar di pesantren, tetapi juga turun memimpin rakyat saat tanah air dijajah. Semangat 'Caruban Nagari' adalah semangat menjaga agama, tanah air, dan keadilan," demikian catatan sejarah perjuangan rakyat Cirebon.

Kisah Bagus Rangin menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan para ulama dan rakyat. Nilai perjuangannya relevan untuk terus diteladani dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan keutuhan NKRI. (Jy)


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

```

Iklan



نموذج الاتصال