Warga dan petugas penyelamat mencari di antara reruntuhan bangunan yang runtuh setelah gempa bumi melanda Cali, Kolombia, Senin, 10 Agustus 2026. (AP Photo/Santiago Saldarriaga)
Jakarta, Pena Medan -
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam kondisi aman setelah gempa yang mengguncang negara tersebut.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan terdapat sekitar 110 WNI yang tercatat berada di Kolombia. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), misionaris, hingga pekerja di sejumlah sektor.
“WNI di Kolumbia berdasarkan catatan kita terdapat 110 orang. Ini termasuk keluarga besar KBRI, para misionaris, serta WNI yang bekerja di sektor IT, perminyakan dan sektor keuangan, serta para WNI yang menikah dengan warga negara asing di wilayah Kolumbia,” kata Heni di kantor Kemlu, Kamis (13/8/2026).
Heni memastikan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang terdampak langsung maupun mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan logistik pascagempa.
“Sampai saat ini semuanya dalam keadaan aman dan tidak ada informasi, mereka kesulitan mengakses logistik,” ujarnya.
Meski kondisi seluruh WNI dilaporkan aman, Kemlu tetap memantau situasi dan menjaga komunikasi dengan para WNI di Kolombia.
Menurut Heni, komunikasi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai saluran yang telah dibentuk KBRI Bogota, termasuk grup komunikasi serta jejaring masyarakat Indonesia di negara tersebut.
“Namun demikian komunikasi terus terjalin dengan para WNI ini, baik melalui grup-grup yang dibuat oleh KBRI Bogota, maupun melalui simpul-simpul masyarakat di sana,” kata Heni.
Dengan komunikasi yang terus dijaga, Kemlu memastikan perkembangan kondisi WNI di Kolombia tetap dapat dipantau setelah gempa terjadi.
Sumber: Liputan6
.png)
