Kiper Timnas Jepang Sebut Akan Bawa Pengalaman di Piala Dunia 2026 ke 2030

Penjaga gawang tim nasional Jepang Zion Suzuki. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU.

Pena Medan -

Kiper timnas Jepang Zion Suzuki mengatakan timnya akan membawa pengalaman dari Piala Dunia 2026 untuk tampil lebih baik pada turnamen yang sama edisi 2030.

Hal itu dikatakan Suzuki setelah Jepang disingkirkan Brasil pada babak 32 besar di Stadion Houston, Amerika Serikat, Selasa, dengan skor 1-2, dimana penyerang tim Samba Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+6.

"(Gol itu) adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, namun kami akan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi dan membawanya saat menghadapi Piala Dunia berikutnya," ujar Suzuki, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa.

Jepang mengawali laga ini dengan baik saat tendangan jarak jauh Kaishu Sano pada menit ke-29 membawa Samurai Biru unggul 1-0 pada turun minum.

Sayangnya, momentum ini langsung berubah cepat pada babak kedua saat Carlo Ancelotti merubah permainan Brasil dengan memasukkan Endrick untuk menggantikan Lucas Paqueta.

Pergantian dengan memasukkan tambahan penyerang berbuah manis setelah Casemiro menyamakan kedudukan pada menit ke-56. Brasil kemudian menutup laga dengan kemenangan menit akhir lewat gol Martinelli yang masuk pada menit ke-66 menggantikan Matheus Cunha.

Kemenangan ini membalas kekalahan Brasil dari Jepang pada pertemuan sebelumnya, yang merupakan satu-satunya kekalahan tim Samba dari Samurai Biru, dengan skor 2-3 pada Oktober 2025.

Itu adalah pertemuan kedua Jepang dengan Brasil di Piala Dunia, setelah 20 tahun lalu ketika keduanya bertemu pada edisi 2006 di Jerman. Kala itu, tim raksasa Asia tersebut takluk dengan skor telak 1-4.

Bagi Jepang, kekalahan ini membuat mereka kembali gigit jari di laga awal babak gugur, setelah sebelumnya selalu kalah di babak 16 besar dalam empat edisi.

"Kami mengawali pertandingan dengan baik di babak pertama. Kami mencetak gol lebih dulu dan permainan berjalan sesuai keinginan kami. Namun sejak awal babak kedua mereka terus menekan. Setelah menyamakan kedudukan, momentum sepenuhnya beralih ke pihak mereka," kata Junya Ito, yang memainkan Piala Dunia keduanya setelah edisi 2022 di Qatar.




Sumber: Antara 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال