Salah satu peserta asal Indonesia memamerkan produk kecantikan dalam pameran the 7th Beauty Istanbul 2026, di Istanbul, Turki, pada Mei 2026. ANTARA/HO-Kemendag.
Jakarta, Pena Medan -
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk kecantikan (beauty and wellness) asal Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar 6,52 juta dolar AS atau sekitar Rp106 miliar dalam ajang the 7th Beauty Istanbul 2026, Turki.
Atase Perdagangan RI untuk Ankara Banny Ratno Ramadhani, dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan sektor kecantikan di Turki tumbuh dan berkembang cukup pesat.
Potensi transaksi yang dicatatkan bisa menjadi sinyal positif untuk semakin menjajaki sektor tersebut di pasar Turki.
"Kami harap, semakin banyak eksportir Indonesia yang termotivasi dan melihat Turki sebagai negara tujuan ekspor potensial," kata Banny.
Paviliun Indonesia memfasilitasi enam perusahaan sektor kecantikan terkemuka untuk memamerkan produk-produk unggulannya pada ajang Mei lalu itu.
Adapun produk-produk yang dipamerkan antara lain, lipstik, serum, pelembab, sabun batang, vitamin rambut, kondisioner, parfum, pewarna rambut, dan kolonye.
"Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini menjadi salah satu bentuk fasilitasi yang bisa diberikan oleh Pemerintah Indonesia agar produk-produk ekspor Indonesia semakin dikenal di mancanegara," ujar Banny.
Total perdagangan Indonesia-Turki pada Januari-April 2026 mencapai 873,8 juta dolar AS.
Ekspor Indonesia ke Turki sebesar 700,9 juta dolar AS dan impor dari Turki sebesar 173 juta dolar AS, sehingga Indonesia mencatatkan surplus sebesar 527,9 juta dolar AS.
Sebelumnya, pada 2025, total perdagangan Indonesia-Turki mencapai 2,30 miliar dolar AS.
Ekspor Indonesia ke Turki tercatat 1,72 miliar dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari Turki sebesar 575,3 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus sebesar 1,15 miliar dolar AS.
Ekspor utama Indonesia ke Turki meliputi besi dan baja, serat stafel buatan, lemak dan minyak hewani dan nabati, mesin dan peralatan listrik, dan aluminium.
Sementara itu, impor Indonesia dari Turki di antaranya, yaitu bijih, kerak, dan abu logam; mesin dan peralatan listrik; dan perangkat optik.
Sumber: Antara
.png)

