Iran telah menyerahkan proposal perdamaian 14 poin kepada Pakistan untuk mengakhiri konflik dengan AS. (Anadolu Agency)
Teheran, Pena Medan -
Iran telah menyerahkan proposal rencana perdamaian 14 poin kepada Pakistan sebagai mediator, dalam upaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel secara menyeluruh.
Menurut laporan kantor berita resmi IRNA dan dikutip Antara, Minggu, 3 Mei 2026, usulan tersebut disampaikan pada 30 April dan mencakup sejumlah tuntutan utama, termasuk ganti rugi, pencabutan sanksi, serta pembentukan mekanisme baru untuk pelayaran di Selat Hormuz.
Iran juga menuntut jaminan bahwa agresi militer terhadap negaranya tidak akan terulang, serta penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran.
Terkait Selat Hormuz, Tehran meminta penghentian blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya dan mengusulkan sistem baru dalam pengelolaan lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut. Selain itu, Iran mendesak pencairan seluruh aset negara yang dibekukan di luar negeri.
Menurut media Tasnim, Amerika Serikat sebelumnya mengusulkan gencatan senjata selama dua bulan.
Namun, Iran menolak pendekatan tersebut dan bersikeras agar seluruh isu utama diselesaikan dalam 30 hari, dengan tujuan mencapai penghentian perang secara penuh, bukan sekadar memperpanjang masa jeda konflik.
Perang dimulai pada 28 Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, yang menurut laporan menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April, namun perundingan lanjutan di Islamabad sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan permanen. Para mediator internasional masih berupaya membuka babak baru negosiasi.
Meski serangan terbuka baru belum kembali terjadi, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang berpotensi memperumit proses perdamaian.
Sumber: MetroTV
.png)

