Perundingan Iran-AS Buntu, DPR Desak Pemerintah Genjot Diplomasi

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Jakarta, Pena Medan -

Kegagalan perundingan Iran dan Amerika Serikat (AS) tanpa kesepakatan mengakhiri perang mencerminkan kompleksnya kepentingan kedua belah pihak.

Meski demikian, Komisi I DPR melihat kondisi ini belum menutup peluang damai dan justru menjadi momentum untuk memperkuat jalur diplomasi internasional. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengatakan, setiap proses dialog tetap penting untuk menjaga peluang penyelesaian konflik. 

Menurutnya, diplomasi harus terus diutamakan di tengah situasi global yang belum stabil.

“Meskipun belum tercapai titik temu, hal ini tetap membuka ruang bagi proses diplomasi yang lebih mendalam dan berkelanjutan,” ujar Dave kepada RMOL, Minggu, 12 April 2026. 

Komisi I juga mendorong pemerintah mengambil langkah aktif, baik melalui hubungan bilateral maupun forum multilateral, guna membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pihak yang berkonflik. 

Peran ini dinilai sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif serta posisi Indonesia yang selama ini dikenal mendorong perdamaian.

“Komisi I DPR mendorong pemerintah untuk terus memainkan peran konstruktif, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral,” lanjutnya.

DPR, menurut Dave, akan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas global, termasuk mendorong terciptanya dialog yang lebih inklusif agar konflik dapat diselesaikan secara damai.




Sumber: RMOL 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال