Selat Hormuz (Foto: dok. REUTERS/File Photo)
Pena Medan -
Pemerintah Iran menawarkan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade Selat Hormuz, tanpa membahas program nuklirnya. Hal ini disampaikan oleh dua pejabat regional yang mengetahui proposal Iran tersebut.
Dilaporkan kantor berita AP yang mengutip kedua pejabat tersebut, Senin (27/4/2025, Iran juga menginginkan AS untuk mengakhiri blokade terhadap negara itu sebagai bagian dari proposalnya. Kedua pejabat itu berbicara dengan syarat anonim.
Proposal baru ini, yang diteruskan ke AS oleh Pakistan, kemungkinan besar tidak akan mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump. Diketahui bahwa Trump ingin mengakhiri program nuklir Iran sebagai bagian dari kesepakatan keseluruhan, termasuk Selat Hormuz untuk menjadikan gencatan senjata permanen.
"Kita memiliki semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka dapat datang kepada kita, atau mereka dapat menghubungi kita," kata Trump kepada Fox News Channel pada hari Minggu (26/4) waktu setempat.
Media Axios yang pertama kali melaporkan proposal Iran tersebut.
Axios sendiri mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah "menjelaskan kepada para mediator Pakistan, Mesir, Turki, dan Qatar selama akhir pekan lalu, bahwa tidak ada konsensus di dalam kepemimpinan Iran tentang bagaimana menanggapi tuntutan AS."
Laporan itu juga mengatakan bahwa Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan di Gedung Putih mengenai Iran pada hari Senin (27/4) waktu setempat dengan tim keamanan nasional dan kebijakan luar negeri utamanya.
Sumber: detik
.png)

