Update Perang Iran: Serangan Rudal Memanas, AS Siap Tempur

Foto: Para pengunjuk rasa berdemonstrasi dengan slogan "Turunkan Trump dan Zionisme", di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Madrid, Spanyol, 21 Maret 2026. (REUTERS/Jon Nazca)

Pena Medan -

Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas dengan serangkaian perkembangan signifikan, mulai dari serangan rudal hingga manuver diplomatik sejumlah negara besar.

Iran menyatakan bahwa "kapal non-musuh" kini dapat melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO), di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Berikut update lainnya terkait perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel yang semakin melebar, sebagaimana dilansir dari AFP, Rabu (25/3/2026).

1. Rudal Iran ke Israel, sirene berbunyi di Yerusalem

Militer Israel pada Selasa malam memperingatkan bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah wilayahnya. Sistem pertahanan udara Israel langsung diaktifkan setelah lebih dari selusin peringatan serangan muncul sehari sebelumnya.

Sirene darurat terdengar di Yerusalem, disusul ledakan yang mengguncang kota tersebut. Ledakan juga dilaporkan terdengar di langit Jericho, wilayah Tepi Barat.

2. Irak panggil diplomat AS dan Iran

Pemerintah Irak mengumumkan akan memanggil kuasa usaha Amerika Serikat dan duta besar Iran menyusul serangan mematikan yang dituduhkan kepada kedua negara.

Otoritas Irak juga memberikan "hak untuk membalas" kepada kelompok paramiliter yang menjadi target serangan tersebut.

3. Serangan sasar fasilitas nuklir Iran

Badan pengawas nuklir PBB mengungkapkan bahwa Iran melaporkan adanya proyektil yang menghantam kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr pada Selasa. Meski demikian, serangan itu disebut tidak menyebabkan kerusakan.

4. Trump klaim Iran beri 'hadiah besar'

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku optimistis terhadap peluang kesepakatan dengan Iran. Ia menyebut Teheran telah memberikan "hadiah yang sangat besar" terkait situasi di Selat Hormuz.

"Negosiasi untuk mengakhiri perang sedang berlangsung saat ini," kata Trump, seraya menambahkan bahwa Iran disebut ingin mencapai kesepakatan.

5. AS siapkan 3.000 pasukan elit

Media AS melaporkan bahwa Washington berencana mengerahkan sekitar 3.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi menghadapi Iran.

6. Hizbullah kecam keputusan Lebanon

Kelompok Hizbullah mengecam langkah pemerintah Lebanon yang mengusir duta besar Iran yang baru. Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai "dosa nasional dan strategis" serta mendesak agar segera dibatalkan.

7. China-Prancis dorong jalur diplomasi

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan pentingnya dialog dalam percakapan dengan diplomat Iran Abbas Araghchi.

"Berbicara selalu lebih baik daripada terus berperang," ujarnya.

Secara terpisah, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga meminta Iran untuk "terlibat dengan itikad baik" dalam perundingan guna mengakhiri konflik.

8. Ledakan di Beirut, warga terluka

Ledakan mengguncang wilayah utara Beirut yang sebelumnya relatif aman dari konflik Israel-Hizbullah. Seorang pejabat militer menyebut ledakan kemungkinan berasal dari rudal Iran yang berhasil dicegat.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan, "Sejumlah warga mengalami luka ringan akibat pecahan peluru."

9. Korban tewas dan eskalasi regional

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan seorang kontraktor asal Maroko tewas di Bahrain akibat serangan Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menawarkan Islamabad sebagai tuan rumah perundingan damai antara AS-Israel dan Iran.

Di dalam negeri, Iran melaporkan telah menangkap 466 orang yang dituduh berupaya mengganggu stabilitas negara melalui aktivitas daring.

10. Iran tunjuk kepala keamanan baru

Iran menunjuk Mohammad Bagher Zolghadr sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam serangan Israel pekan lalu.

11. Israel gempur Isfahan dan siapkan 'zona keamanan'

Militer Israel menyatakan telah menyelesaikan "gelombang serangan besar" di Isfahan, Iran. Selain itu, Israel juga berencana menguasai wilayah sejauh 30 kilometer di Lebanon sebagai "zona keamanan" dalam upaya melawan Hizbullah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot memperingatkan agar Israel menahan diri. Ia menegaskan langkah tersebut dapat memicu "konsekuensi kemanusiaan yang besar".




Sumber: CNBC Indonesia 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال