Pemerintah Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026

Pemerintah Saudi menetapkan Idul Fitri 2026 pada 20 Maret Foto: AFP via Getty Images/ABDEL GHANI BASHIR

Pena Medan -

Arab Saudi secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini ditetapkan setelah hilal tidak tampak pada Rabu.

Dikabarkan Arab News, Kamis (19/3/2026) Arab Saudi bersama sejumlah negara lain seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, Irak, dan Yaman mengumumkan bahwa bulan Ramadan akan berakhir pada hari Kamis, dan Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini didasarkan pada hasil pengamatan hilal pada Rabu malam. Dalam proses tersebut, Mahkamah Agung Arab Saudi menggelar pertemuan khusus untuk meninjau berbagai laporan dari pengadilan dan observatorium yang tersebar di seluruh wilayah kerajaan.

Sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi:

"Setelah meninjau dan memeriksa laporan, tidak ada penampakan hilal yang terkonfirmasi."

Karena hilal Syawal tidak terlihat, maka bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Kamis ditetapkan sebagai hari terakhir Ramadan, dan Jumat, 1 Syawal 1447 H, bertepatan dengan 20 Maret 2026, menjadi hari pertama Idul Fitri.

Penetapan ini bukan keputusan yang diambil secara sepihak, melainkan melalui mekanisme resmi yang telah menjadi tradisi dalam dunia Islam. Komite pengamatan hilal Mahkamah Agung melakukan verifikasi berdasarkan laporan dari berbagai titik pengamatan.

Langkah ini menegaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah tetap berpegang pada metode rukyat, yaitu observasi langsung terhadap hilal, sebagaimana yang telah diajarkan dalam tradisi Islam.

Setelah keputusan ditetapkan, Mahkamah Agung juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemimpin negara, termasuk Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, serta kepada seluruh umat muslim di dunia.

Selain itu, disampaikan pula doa agar seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah, serta agar keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan terus terjaga.

Melansir laman Gulf News, sebelum pengumuman resmi tersebut, berbagai observatorium astronomi di Arab Saudi telah mempersiapkan proses pengamatan hilal sejak matahari terbenam pada hari Rabu.

Kegiatan ini mendapat perhatian luas dari media, menunjukkan betapa pentingnya momen penentuan awal Syawal bagi masyarakat. Namun, kondisi cuaca yang berawan di sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tidak terlihatnya hilal.

Seiring dengan penetapan Idul Fitri, pemerintah Arab Saudi juga telah lebih dahulu mengumumkan jadwal libur bagi sektor swasta dan nirlaba.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial menyatakan bahwa libur Idul Fitri akan dimulai pada malam Rabu, 18 Maret, dan berlangsung selama empat hari, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan Saudi.




Sumber: detik 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال