Kapal penyeberangan sandar di Pelabuhan Eksekutif Sosoro, Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). Untuk menambah pelayanan dan kenyamanan bagi calon penumpang kapal penyeberangan Merak-Bakauheni, ASDP membuka terminal penyeberangan yang menyatu dengan tempat perbelanjaan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Jakarta, Pena Medan -
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan strategi pembagian pelabuhan penyeberangan untuk mengurai kepadatan selama Angkutan Lebaran 2026. Skema ini difokuskan pada lintas utama seperti Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan lonjakan mobilitas pemudik dan kendaraan diantisipasi melalui pembagian pelabuhan berdasarkan golongan dan sumbu kendaraan.
“Pengaturan ini untuk memecah kepadatan dan mencegah penumpukan di satu titik,” ujarnya dalam keterangan, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan SKB Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan Lebaran 2026, arus mudik 13–20 Maret 2026 di lintas Merak–Bakauheni diatur sebagai berikut:
Kendaraan penumpang dan sebagian kendaraan kecil tetap melalui Merak–Bakauheni.
Sepeda motor dan kendaraan golongan tertentu dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan.
Truk besar bersumbu tiga ke atas diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara atau memanfaatkan jalur laut alternatif via Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera.
Kendaraan barang yang masih beroperasi saat pembatasan diwajibkan menunggu di buffer zone yang disiapkan.
Saat arus balik 23–29 Maret 2026, pola serupa diterapkan dengan pemisahan tegas antara kendaraan penumpang dan truk logistik, termasuk pengalihan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan titik penyangga di ruas tol Lampung.
Untuk lintas Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026, penyeberangan diprioritaskan bagi pejalan kaki dan kendaraan kecil. Truk besar dibatasi dan diarahkan ke Dermaga Bulusan atau jalur alternatif seperti Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas serta lintas Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.
Kemenhub Siapkan 401 Bus Mudik Gratis, Pendaftaran Mulai 1 Maret 2026
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sebanyak 401 unit bus untuk program mudik gratis pada angkutan Lebaran 2026. Adapun dari jumlah bus tersebut memuat kapasitas sebanyak 15.834 penumpang mudik gratis yang terdiri untuk arus mudik dan balik.
"Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 Maret 2026 secara online melalui laman nusantara.kemenhub.go.id. Pendaftaran akan ditutup ketika seluruh kuota telah terpenuhi," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Program mudik gratis angkutan jalan tahun ini dibuka ke 34 kota tujuan di 10 provinsi, di antaranya Palembang, Lampung, Bengkulu, Padang, Medan, Aceh, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Semarang, Solo.
Lalu, Yogyakarta, Wonogiri, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Demak, Boyolali, Klaten, Pati, Blora, Cilacap, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Wonosari, Jepara, Sragen, Madiun, Surabaya, Tuban, Malang dan Tulungagung.
Sementara untuk arus balik diberangkatkan dari 12 kota di 8 provinsi di antaranya Kuningan, Madiun, Surabaya, Palembang, Padang, Medan, Aceh, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto.
"Selain itu, kami juga menyediakan 8 unit truk pengangkutan sepeda motor diperuntukkan bagi pemudik yang akan pulang kampung dengan sepeda motor. Sejumlah truk tersebut mampu menampung 240 unit sepeda motor," imbuh Aan.
Adapun kota pada arus mudik dan balik yang disertai dengan pengangkutan sepeda motor ialah Solo, Yogyakarta, Wonogiri dan Purwokerto.
3 Hari Arus Keberangkatan Mudik
Lebih lanjut, Aan menjelaskan waktu keberangkatan arus mudik terbagi menjadi tiga hari di lima lokasi, yakni pada 16 Maret 2026 dari Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan, 17 Maret 2026 dari Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Pulogebang Jakarta.
Sedangkan, pada 18 Maret 2026 akan ada pemberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta dan Terminal Poris Plawad Tangerang.
"Untuk bus pada arus balik, keberangkatan dilakukan pada tanggal 25 Maret 2026 dari Terminal Bulupitu Purwokerto, Terminal Mangkang Semarang, Terminal Giwangan Yogyakarta, Terminal Tirtonandi Solo, Terminal Giri Adipura Wonogiri, Terminal Kertawangunan Kuningan, Terminal Purboyo Madiun, Terminal Bungurasih Surabaya, Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Terminal Anak Air Padang, Terminal Amplas Medan, Terminal Batoh Aceh," bebernya.
Pekerja melewati motor pemudik sebelum dikirim dengan kereta api di Stasiun Jakarta Gudang, Selasa (28/5/2019). Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan mengangkut 18.096 motor pemudik secara gratis pada mudik Lebaran 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Kemudian, untuk penyerahan sepeda motor pada arus mudik dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2026 di Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan dan akan diberangkatkan pada 16 Maret 2026 malam hari dari lokasi yang sama.
"Kami juga memastikan bus-bus mudik gratis yang akan diberangkatkan telah melaksanakan inspeksi keselamatan atau rampcheck. Hal ini dilakukan untuk memastikan dan menjamin kondisi bus dan pengemudi dalam keadaan prima sehingga diharapkan seluruh penumpang dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan nyaman," terang Aan.
"Dari banyaknya penyelenggaraan mudik gratis, kami mengimbau agar masyarakat mendaftar pada salah satu program mudik gratis agar tidak ada duplikasi pendaftar di berbagai program mudik gratis yang diselenggarakan, dan kuotanya bisa dimanfaatkan oleh pemudik lain yang betul-betul membutuhkan," pungkasnya seraya menitipkan pesan.
Sumber: Liputan6
.png)

