Ini Penyebab Puasa Bikin Mood Naik Turun

Puasa Bikin Mood Naik Turun? Ini Penyebabnya. Foto: insta_photos/ShShutterstoc

Pena Medan -

Suasana hati atau mood kerap kali terasa berbeda saat menjalani puasa. Ada kalanya kita merasa lebih tenang, tetapi di waktu lain justru lebih sensitif atau mudah kesal. Perubahan ini sering membuat orang bertanya-tanya apakah kondisi tersebut normal.

Menurut ahli gizi dari Cleveland Clinic, Julia Zumpano, perubahan suasana hati saat tubuh menahan lapar dalam waktu lama memang bisa terjadi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan kadar gula darah dalam tubuh.

“Ketika kadar gula darah menurun, seseorang bisa merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah mengalami perubahan suasana hati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa respons ini merupakan reaksi alami tubuh ketika pola makan berubah dan asupan energi berkurang untuk sementara waktu. Kondisi ini memengaruhi berbagai proses dalam tubuh, mulai dari kadar energi hingga keseimbangan hormon. Perubahan tersebut bisa berdampak langsung pada emosi dan cara kita merespons situasi sehari-hari.

Jika kamu merasa lebih mudah bad mood selama puasa, ada beberapa alasan yang bisa menjelaskannya. Berikut beberapa faktor yang sering memengaruhi suasana hati saat berpuasa.

1. Gula Darah Menurun

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, kadar gula darah bisa menurun dan membuat tubuh terasa lemas. Kondisi ini juga memengaruhi energi yang digunakan otak untuk berpikir dan mengatur emosi.

Ketika energi menurun, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap berbagai hal di sekitar. Situasi kecil yang biasanya tidak mengganggu bisa terasa lebih menjengkelkan. Inilah alasan mengapa sebagian orang merasa lebih mudah tersinggung saat lapar.


2. Dehidrasi

Tidak minum selama berjam-jam juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan. Kondisi ini sering memicu sakit kepala, rasa lelah, hingga kesulitan berkonsentrasi.

Saat tubuh tidak mendapatkan cukup cairan, otak juga ikut terpengaruh. Hal ini dapat membuat suasana hati lebih mudah berubah. Tak jarang, dehidrasi membuat seseorang merasa lebih cepat emosi.


3. Kurang Tidur

Selama Ramadan, banyak orang mengalami perubahan jadwal tidur. Bangun sahur lebih awal dan aktivitas malam hari sering membuat waktu istirahat berkurang.

Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengatur emosi. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih sensitif atau mudah merasa kesal. Tubuh yang lelah juga membuat kita lebih sulit mengendalikan reaksi terhadap stres.


4. Berhenti Mengonsumsi Kafein

Bagi orang yang terbiasa minum kopi atau teh berkafein setiap hari, perubahan ini bisa cukup terasa. Saat puasa, konsumsi kafein biasanya berhenti secara mendadak.

Kondisi ini bisa memicu gejala yang dikenal sebagai kafein withdrawal. Beberapa orang mengalami sakit kepala, rasa lelah, atau perubahan suasana hati. Tidak heran jika mood terasa lebih tidak stabil di awal masa puasa.


5. Perubahan Hormon Stres

Tubuh memiliki hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini berperan dalam mengatur energi, metabolisme, serta respons terhadap tekanan.

Ketika pola makan berubah selama puasa, ritme hormon dalam tubuh juga ikut menyesuaikan. Proses adaptasi ini bisa memengaruhi suasana hati. Karena itu, beberapa orang merasa lebih sensitif di periode tertentu selama puasa.


6. Lapar Berkepanjangan

Puasa membuat tubuh menahan lapar dalam waktu cukup lama. Kondisi ini membuat otak harus bekerja dengan energi yang lebih terbatas.

Ketika energi otak menurun, kemampuan untuk mengontrol emosi juga ikut berkurang. Akibatnya, kita bisa menjadi lebih mudah kesal atau tidak sabar. Istilah “hangry” (hungry dan angry) sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ini.


Cara Mengatasi Bad Mood Saat Puasa

Meski perubahan mood saat puasa cukup umum terjadi, ada beberapa cara yang bisa membantu mengatasinya. Salah satunya adalah memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi saat sahur dan berbuka, terutama makanan yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga sangat penting. Usahakan minum cukup air saat berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, tidur yang cukup dan mengurangi aktivitas yang terlalu melelahkan juga bisa membantu menjaga suasana hati tetap stabil.

Jika mulai merasa mudah kesal, cobalah mengambil jeda sejenak. Tarik napas dalam-dalam, berjalan santai, atau melakukan aktivitas yang menenangkan bisa membantu mengembalikan mood. Dengan menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran, puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman.




Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال