Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.
Jakarta, Pena Medan -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat dukungannya terhadap sektor UMKM di 2026. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), BNI menawarkan kemudahan akses pembiayaan modal kerja dan investasi yang dapat diajukan sepenuhnya secara daring tanpa mewajibkan jaminan tambahan untuk plafon tertentu.
Berdasarkan kebijakan terbaru, pelaku usaha dapat menikmati fasilitas KUR Mikro dengan limit pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta dengan suku bunga maksimal enam persen per tahun.
Keunggulan utama dari skema ini adalah tidak adanya persyaratan agunan tambahan, sehingga sangat meringankan bagi pelaku usaha pemula yang memiliki keterbatasan aset fisik.
Lantas, bagaimana cara mengajukan KUR BNI tanpa agunan? Berikut penjelasannya!
Syarat pengajuan KUR Mikro BNI 2026
Melansir laman resmi BNI Jumat, 20 Februari 2026, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi calon debitur untuk mengajukan KUR BNI tanpa agunan, diantaranya:
Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
Usaha telah berjalan minimal selama enam bulan.
Tidak sedang menerima Kredit Produktif dan Kredit Program di luar KUR dari perbankan atau lembaga pembiayaan.
Tidak tercatat sebagai debitur macet atau bermasalah di SLIK Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
KUR tetap dapat diajukan walau sedang menerima Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk tujuan produktif atau kartu kredit asalkan dalam kondisi lancar.
Dokumen pengajuan KUR BNI 2026
Terdapat sejumlah dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan KUR Mikro BNI, yaitu:
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik/Surat Keterangan E-KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Ijin Usaha (SIUP, TDP, SITU, HO) atau keterangan usaha dari kelurahan/kecamatan.
Fotokopi dokumen jaminan untuk kredit di atas Rp100 juta.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk KUR maksimal plafond lebih dari Rp50 juta.
Berikut tabel angsuran KUR BNI dengan bunga efektif enam persen per tahun:
1. Pinjaman Rp10 juta
12 bulan: Rp860.664 per bulan.
24 bulan: Rp443.206 per bulan.
36 bulan: Rp304.219 per bulan.
48 bulan: Rp234.850 per bulan.
60 bulan: Rp193.328 per bulan.
2. Pinjaman Rp50 juta
12 bulan: Rp4.303.321 per bulan.
24 bulan: Rp2.216.031 per bulan.
36 bulan: Rp1.521.097 per bulan.
48 bulan: Rp1.174.251 per bulan.
60 bulan: Rp966.640 per bulan.
3. Pinjaman Rp100 juta
12 bulan: Rp8.606.643 per bulan.
24 bulan: Rp4.432.061 per bulan.
36 bulan: Rp3.042.194 per bulan.
48 bulan: Rp2.348.503 per bulan.
60 bulan: Rp1.933.280 per bulan.
Tata cara pengajuan KUR BNI 2026
Pengajuan KUR BNI 2026, dapat dilakukan melalui dua metode baik secara online maupun datang langsung ke kantor cabang. Berikut panduannya:
1. Pengajuan secara online
Akses situs eform.bni.co.id untuk pengajuan KUR BNI secara online.
Baca syarat dan ketentuan KUR, kemudian centang kotak persetujuan.
Klik “Lanjutkan” untuk melanjutkan proses pengajuan KUR.
Isi kolom yang tersedia dengan data pribadi dan informasi usaha.
Setelah mengisi data, tunggu pemberitahuan lebih lanjut dari BNI.
Pihak BNI akan mengunjungi lokasi usaha dan melakukan wawancara bisnis.
Tunggu proses pengajuan kredit dalam tiga hingga tujuh hari kerja.
Jika pengajuan disetujui, bank akan menghubungi Anda untuk tanda tangan perjanjian kredit.
2. Pengajuan ke kantor cabang
Siapkan dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, KK, SKU/NIB serta dokumen usaha lainnya.
Datangi kantor cabang BNI sesuai domisili.
Isi formulir pengajuan kredit yang disediakan oleh pihak bank.
Ikuti proses verifikasi data serta wawancara sesuai prosedur yang berlaku.
Jika pengajuan disetujui, proses akan dilanjutkan ke penandatanganan akad dan pencairan dana.
Itu dia informasi seputar pengajuan KUR Mikro BNI 2026. Pastikan Anda telah membaca persyaratan dan ketentuan yang berlaku agar proses peminjaman berjalan lancar. (Surya Mahmuda)
Sumber: MetroTV
.png)

