Rumah yang bersebelahan dengan lapangan padel di Haji Nawi, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026). Foto: Rayyan/Kumparan
Jakarta, Pena Medan -
Kelurahan Gandaria Selatan mengadakan mediasi terkait keluhan suara bising dari lapangan padel yang mengganggu warga sekitar. Mediasi itu dilakukan hari ini, Kamis (19/2).
Dalam mediasi yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu, pihak Fourthwall Padel dipertemukan dengan warga.
Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil, mengatakan mediasi hari ini berjalan dengan baik dengan kesepakatan untuk memasang dinding soundproof.
“Alhamdulillah mediasi berjalan dengan sangat baik. Kedua belah pihak menyampaikan aspirasinya dari masing-masing. Dan juga yang saya sangat gembira di akhirnya mereka saling memaafkan,” ucap Ikhsan usai mediasi.
“Oleh karena itu hasil yang didapat di antaranya akan dipasang soundproofing yang berkualitas baik. Yang targetnya adalah menurunkan desibel, peredam,” tambahnya.
Walau bersepakat soal masalah itu, menurut Ikhsan, ada tuntutan warga yang tak bisa dikabulkan pihak Fourthwall Padel, salah satunya adalah pemberhentian operasional.
“Tidak (bisa dihentikan), karena dari padel dia harus bayar karyawannya untuk THR bulan puasa, seperti itu,” ucap Ikhsan.
“Ada pegawainya 10 orang. Jadi, dilematis kalau kita tadi disampaikan, yang satu bising, yang satu nggak bisa makan. Dua-duanya sama-sama penting. Enggak bisa makan, mati. Keberisikan enggak enak. Jadi serba salah. Jadi diambil jalan yang baik, oke silakan kamu masih bisa kasih makan, tapi kurangi ya,” tambahnya.
Sebagai gantinya, pihak Fourthwall Padel akan mengurangi jam operasional hingga 50 persen, namun belum ditentukan apakah tutup pukul 7 atau 9 malam.
Untuk selanjutnya, Ikhsan menyebut seluruh pihak akan menunggu hingga dinding soundproof terpasang.
“Itu tadi beliau (warga) menyampaikan bahwa kita akan mengadukan lagi (apabila masih berisik usai pakai soundproof), kata dia, seperti itu,” jelas Ikhsan.
“Makanya saya bilang tadi, harus ada tes desibel setelah pemasangan soundproofing. Jangan cuma menerima hasil akhirnya saja, seperti itu. Tapi harus dites. Pakai alat, itu didiamkan, kalau nggak salah tiga hari dipasang, nanti ada hasilnya,” tambahnya.
Nantinya, maksimal desibel yang boleh keluar hanya sampai 70 desibel.
Sementara, perwakilan Fourthwall Padel, Fajar menyebut pemasangan dinding soundproof akan dilakukan selama bulan puasa.
“Bulan puasa ini nanti kami rencananya kan juga pemasangan soundproofing. Jadi pada saat bulan puasa pemasangan soundproofing dan juga pembatasan jam operasional,” jelas Fajar.
Terkait jam operasional, Fajar mengatakan masih akan dibicarakan di dalam internal manajemen Fourthwall Padel.
“Sebenarnya hanya negosiasi sedikit saya rasa harusnya ini bisa sepakat lah (untuk tutup jam 7 malam),” ucap Fajar.
Diawali Miskomunikasi
Fajar menegaskan pihaknya tak pernah menabrak batasan aturan. Menurutnya, hanya secara kebetulan tempat padelnya berdampingan dengan zona perumahan sehingga membuat mereka terganggu. Padahal, suara yang mereka hasilkan sesuai dengan aturan, yakni 70 desibel.
Ia pun menilai permasalahan ini muncul karena adanya miskomunikasi antara warga dan pihak Fourthwall Padel.
“Jadi bukan baru sekarang (usai banyak protes, kami) muncul, artinya kalau diprotes sejak lama, sebenarnya dari pihak pelapor ini sudah beberapa kali juga datang ke wilayah kami. Dan saya sendiri juga sempat menemui beberapa kali. Cuman mungkin saat itu komunikasi yang terjalin mungkin kurang baik, atau dengan emosional, atau seperti apa,” tutur Fajar.
“Sehingga kebetulan juga, yaudah saya di kelurahan ini Pak Lurah yang sangat banyak membantu untuk proses mediasi ini. Jadi intinya ya hanya miskomunikasi lah kalau di awal seperti itu. Makanya kami dengan langkah yang percaya diri untuk berani menghadiri mediasi ini, karena kami rasa masalah ini harusnya bisa terselesaikan,” tandasnya.
Warga Tak Puas
Naufal, salah satu warga yang memprotes kebisingan Fourthwall Padel usai mediasi di Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan pada Kamis (19/2/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Salah satu perwakilan warga, Naufal menyebut pihaknya tak puas dengan hasil mediasi ini lantaran tak ada tuntutan mereka— seperti pemberhentian operasi dan evaluasi izin —yang dikabulkan oleh Kelurahan.
“Enggak (puas) lah. Kan besok malam tetap dengerin lagi, nanti malam tetap dengerin lagi berisiknya,” ucap Naufal usai mediasi.
“Karena udah kebayang nanti kita buka puasa, ‘jeder’ gitu kan. Dan itu aja sih. Nanti kita lihat aja ya, nanti malam apakah mereka lagi operasional apa enggak, aku juga enggak tahu. Karena dari kemarin media datang sampai pagi ini enggak ada operasional,” tambahnya.
Naufal mengatakan meski jam operasional dibatasi, suara dari lapangan padel tetap akan mengganggu.
“Soalnya di rumah kita ada balita yang berumur satu setengah tahun. Dan balita biasanya udah tidur jam 7 (malam) kan. Kebetulan anak saya udah datang,” ucap Naufal.
“Masih kurang puas lah intinya. Sama lah warga,” tambahnya.
Sumber: kumparan
.png)

