Pelaku gerombolan bermotor yang diamankan warga. Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan
Cirebon, Pena Medan -
Suasana malam di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, mendadak tegang, Senin, 9 Februari 2025. Sekelompok pelajar dalam jumlah besar yang diduga akan melakukan aksi tawuran berhasil diamankan warga setelah keberadaan mereka dinilai meresahkan.
Kasatreskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan bahwa beberapa kelompok pelajar diamankan warga di sejumlah desa.
“Pada tanggal 9 Februari 2026, kami dari Satreskrim Polresta Cirebon mendapat informasi adanya beberapa kelompok pelajar yang diamankan warga dan diduga berafiliasi dengan kelompok geng motor yang akan melakukan tawuran,” ujar Putu, Selasa 10 Februari 2026.
Berdasarkan pendalaman awal, rencana tawuran diduga akan dilakukan pada sore hari di wilayah Plumbon. Namun, aksi tersebut belum sempat terjadi.
Menurut keterangan polisi, sebelum sampai ke lokasi yang dituju, rombongan pelajar itu bertemu patroli salah satu Polsek. Mereka langsung dibubarkan.
Sebagian kelompok kemudian berpencar dan bergerak ke arah wilayah Desa di Kecamatan Klangenan. Di titik inilah warga yang melihat konvoi dalam jumlah besar merasa resah.
“Karena jumlahnya kurang lebih sekitar 50 orang, itu membuat warga menjadi resah dan akhirnya warga melakukan pembubaran,” jelasnya.
Putu menegaskan, aksi tawuran belum terjadi saat peristiwa pengamanan berlangsung. Namun, polisi menemukan indikasi adanya pelajar yang membawa alat pemukul maupun senjata tajam saat konvoi.
“Untuk tawurannya belum terjadi. Saat patroli Polsek dan Polres mendapati kelompok ini melakukan konvoi, ditemukan adanya alat pukul maupun senjata tajam,” tegasnya.
Terkait kericuhan yang terjadi antara warga dan pelajar, polisi masih melakukan pendalaman. Polisi sedang memastikan penyebab luka yang dialami sejumlah pelajar serta kebenaran informasi mengenai sepeda motor yang dibakar.
“Apakah luka tersebut karena terjatuh atau sebab lain, termasuk informasi adanya sepeda motor yang dibakar, semua masih kita dalami dan lakukan pendataan,” ungkapnya.
Saat ini, Polresta Cirebon terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologis secara utuh, sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
Sebelumnya dalam sejumlah video yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp, terlihat suasana ricuh saat para pelajar diamankan. Beberapa di antaranya tampak mengalami luka. Bahkan, beredar informasi adanya sepeda motor yang diduga milik pelajar dibakar dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah serta peran semua pihak dalam mencegah aksi kekerasan jalanan yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Sumber: MetroTV
.png)

