Polisi dan TNI Minta Maaf Usai Fitnah Penjual Es Kue Jadul

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa akhirnya menemui Sudrajat, penjual es kue, untuk melakukan permintaan maaf secara langsung. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Depok, Pena Medan -

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa akhirnya menemui Sudrajat, penjual es kue, untuk melakukan permintaan maaf secara langsung. Hal itu dilakukan usai video tuduhan es kue yang dijual Sudrajat mengandung racun viral di media sosial.

Kepala Desa Rawa Panjang Muhammad Agus membenarkan adanya permintaan maaf secara langsung dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa kepada Sudrajat. Permintaan maaf dilakukan di Masjid Baitul Fallah, Desa Rawa Panjang.

"Niat kita sama-sama bahwasanya kita ingin semuanya itu adalah bagaimana dalam rangka membangun Indonesia, makanya perlu dibutuhkan kita saling maaf dan memaafkan, nah itu yang penting," ujar Agus, Rabu (28/1/2026).

Agus menjelaskan, pertemuan tersebut untuk menguatkan silaturahmi dan saling memaafkan. Kedatangan Babinsa dan Bhabinkamtibmas didampingi Polres Jakarta Pusat maupun Kodim Jakarta Pusat.

"Ya semalam silaturahmi dari Polres Jakarta Pusat dan Kodim Jakarta pusat ke Desa Rawa Panjang, bersilaturahim dengan Bapak Ajat yang tinggal di RT3 RW6 Desa Rawa Panjang," jelas Agus.

Tidak hanya itu, lanjut Agus, keluarga Sudrajat turut mendapatkan bantuan dari elemen masyarakat luar maupun dari instansi, dan perwakilan staf khusus Wakil Presiden. Adapun bantuan yang diberikan untuk keperluan keluarga Sudrajat untuk dapat berjualan kembali.

"Ya Alhamdulillah, hari ini dari Pak Wapres memberikan bentuk perhatiannya kepada Pak Ajat, tentunya Pemerintah Desa Rawa Panjang mengucapkan ribuan terima kasih," terang Agus.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor turut memberikan bantuan kepada keluarga Sudrajat. Saat ini, rumah milik keluarga Sudrajat sedang dalam tahap pembangunan.

"Ya, rumah milik Pak Ajat sedang di perbaiki program Rutilahu yang sudah diajukan beberapa waktu lalu," tutur Agus.

Awal Mula Kejadian

Sebelumnya, Nasib nahas dialami Sudrajat (50) saat berjualan es kue jadul di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain dituduh menjual makanan berbahan spons, dia mengaku mendapatkan penganiayaan dari anggota TNI dan Polri.

Sudrajat mengatakan, saat melayani pembeli es kue dagangannya, Sudrajat dituduh menjual es yang mengandung bahan berbahaya. Tidak hanya itu, es kue dagangannya juga sempat diremas menggunakan tangan pembeli, yang orang tuanya merupakan anggota Polri.

"Dia (pembeli) nyuruh sini, nyuruh bapaknya yang polisi. Lama-lama saya dikepung, ditonjok," ujar Sudrajat saat ditemui Liputan6.com, di kediamannya wilayah Rawa Panjang, Bojonggede, Selasa (27/1/2026).

Sudrajat langsung dibawa ke pos pengamanan lingkungan dan sempat diinterogasi dari anggota TNI dan Polri. Di lokasi itu, Sudrajat mendapatkan penyiksaan berupa pukulan dan tendangan yang mengenai wajah dan tubuhnya.

"Saya dipukul, yang mukul itu pakai batu cincin, saya juga di sabet menggunakan selang di badan,” jelas Sudrajat.

Meskipun Sudrajat sudah menjelaskan bahwa es kue yang dijualnya menggunakan bahan makanan, namun dia tetap mengalami penganiayaan. Bahkan, Sudrajat sempat bilang bahwa dagangan yang dia bawa merupakan dagangan setoran bukan hasil olahannya.

"Saya ini es-nya ngambil di wilayah Depok, bahkan sempat saya ajak ke lokasi saya ambil es buat dagang, kalau mereka tidak percaya," ucap Sudrajat.

Sudrajat mengaku sempat dibawa ke kantor polisi di wilayah Kemayoran untuk dilakukan pemeriksaan. Selama menjalani pemeriksaan, dia diberikan beberapa pertanyaan hingga harus pulang menjelang subuh.

"Saya dibawa ke kantor polisi, saya pulang itu sampai rumah pukul 04.00 WIB," terang Sudrajat.


 


Sumber: Liputan6 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال