Ingat! Persalinan Tak Selalu Diawali Ketuban Pecah, Ini Faktanya

Ibu hamil pecah ketuban atau ingin buang air kecil.  Foto: Shutterstock

Pena Medan -

Banyak ibu hamil membayangkan momen persalinan selalu dimulai dengan ketuban pecah tiba-tiba, air mengalir deras, lalu langsung menuju rumah sakit. Gambaran ini begitu melekat karena sering muncul di film, cerita orang sekitar, hingga media sosial.

Padahal kenyataannya justru berbeda. Sebagian besar persalinan tidak diawali oleh ketuban pecah, Moms. 

90% Persalinan Dimulai dari Kontraksi

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, sekitar 90% persen persalinan rupanya diawali dengan kontraksi, bukan ketuban pecah. Kontraksi sendiri menandakan rahim mulai bekerja untuk membuka jalan lahir. 

Dalam banyak kasus, ketuban baru akan pecah saat pembukaan sudah besar, atau bahkan sengaja dipecahkan oleh tenaga medis untuk membantu mempercepat proses persalinan.

Artinya, jika ibu hamil mulai merasakan kontraksi teratur meski ketuban belum pecah, itu tetap merupakan tanda persalinan yang valid dan normal, kok!

Ketuban Pecah Dini (PROM) Perlu Diwaspadai

Meski tidak selalu berbahaya, ketuban yang pecah sebelum waktunya tetap perlu perhatian khusus. Kondisi ini disebut premature of membranes (PROM) dan terjadi pada sekitar 8–10 persen kehamilan.

Risiko PROM meningkat pada ibu hamil yang:

Merokok

Mengalami perdarahan vagina di trimester dua atau tiga

Mengalami infeksi atau peradangan

Pernah mengalami PROM sebelumnya

Memiliki leher rahim (serviks) yang pendek

Penanganan PROM sangat bergantung pada usia kehamilan.

Usia kehamilan ≥34 minggu: persalinan sering kali menjadi pilihan paling aman

Usia kehamilan <34 minggu: dokter dapat menunda persalinan dengan antibiotik, steroid untuk pematangan paru-paru janin, dan magnesium sulfat untuk perlindungan otak janin

Usia kehamilan <24 minggu: keputusan akan dibahas secara mendalam antara dokter dan keluarga karena risikonya lebih kompleks

Karena itulah, ibu hamil tidak dianjurkan memecahkan ketuban sendiri, sebab risikonya cukup serius dan hanya dapat dinilai secara tepat oleh tenaga medis.

Tapi ada hal menarik lainnya, dikutip dari Healthline menyebutkan bahwa tidak ada tanda pasti kapan ketuban akan pecah. Bahkan dalam kasus yang sangat jarang, bayi bisa lahir masih terbungkus ketuban (en caul birth).




Sumber: kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال