4 Petinju yang Patut Diperhitungkan di Kelas Menengah Versi WBA

Foto petinju kelas menengah World Boxing Association (WBA) Yoenli Hernandez yang dipublikasikan dalam laman WBA yang dipantau di Jakarta, Minggu (25/1/2026). Laman resmi WBA

Pena Medan -

World Boxing Association (WBA) menyebut empat petinju dengan kemampuan yang patut diperhitungkan di kelas menengah pada tahun ini, yaitu Aaron McKenna, Euri Cedeno, Yoenli Hernandez, dan Eric Priest.

Berdasarkan laporan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu, WBA menjelaskan bahwa Aaron McKenna telah lama melampaui status sebagai prospek dan memantapkan dirinya sebagai kekuatan yang telah teruji di divisi 160 pon.

Dengan rekor tak terkalahkan, 20 kemenangan dengan 10 knockout (KO), petinju Irlandia itu semakin mengukuhkan posisinya setelah meraih kemenangan mutlak atas petinju veteran Liam Smith pada April 2025. Kemenangan tersebut membawanya meraih gelar juara kelas menengah WBA International.

Menempati peringkat 10 besar WBA, petinju berusia 26 tahun ini menonjol berkat postur tubuhnya yang menjulang untuk divisinya (185 cm) serta pukulan jab yang disiplin dan berwibawa.

Gaya bertarung tersebut memungkinkannya membongkar pertahanan lawan dari jarak jauh, sekaligus menempatkannya sebagai kandidat kuat calon panji masa depan tinju Eropa.

Kemudian, Euri Cedeno mewakili Republik Dominika telah muncul sebagai salah satu pemukul paling ditakuti di kancah tinju, dengan rasio KO yang mencolok sebesar 86 persen.

Mengantongi rekor 13-0-1 (12 KO), peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 itu melesat ke peringkat lima WBA setelah menjalani kampanye sempurna sepanjang 2025, termasuk kemenangan meyakinkan atas petinju seperti Luis Eduardo Florez.

Telah dijadwalkan bertarung pada awal 2026, catatan 12 KO dari 13 kemenangan menegaskan status "La Bazuca" sebagai salah satu finisher paling mematikan di divisi kelas menengah.

Selain itu, bintang Kuba Yoenli Hernandez Feliciano secara luas dianggap oleh para analis sebagai talenta teknis paling matang di lanskap kelas menengah saat ini.

Lulusan karir amatir yang gemilang, termasuk dua gelar juara dunia, petinju kidal asal Camaguey itu sukses menerjemahkan kualitas tersebut ke level profesional dengan rekor sempurna 10-0 (8 KO).

Sebagai juara bertahan WBA Continental Amerika Latin, Hernandez baru saja meraih kemenangan technical knockout yang meyakinkan atas Ramon de la Cruz Sena pada Oktober 2025.

Kemampuannya memadukan pergerakan kaki defensif kelas dunia dengan kombinasi serangan eksplosif menjadikannya penantang nomor satu di kawasan tersebut, dan semakin dikenal sebagai lawan yang paling dihindari oleh para pemegang gelar mapan.

Selanjutnya ada Eric Priest yang muncul sebagai harapan utama Amerika Serikat di divisi kelas menengah.

Dengan rekor 16-0-1 (8 KO), Priest membuka tahun 2025 dengan penampilan dominan melalui kemenangan angka atas Tyler Howard untuk merebut gelar WBA Continental North America.

Meski sempat meraih hasil imbang melalui keputusan terbelah yang ketat melawan Esneiker Correa pada November 2025, "The Corean Cowboy" tetap bertahan kokoh di jajaran 10 besar WBA.

Gaya bertarungnya yang agresif namun terukur, dipadukan dengan daya tarik kuat di kalangan penggemar muda, menjadikannya sosok penting bagi masa depan jangka pendek divisi ini.




Sumber: Antara 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال