Segera Daftar! BPS Buka Lowongan Kerja 190 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi menyerahkan "Public Service Announcement (PSA)" Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) kepada Badan Pusat Statistik (BPS), Sabtu (15/11/2025). (Dok Kementerian Ekraf)

Jakarta, Pena Medan -

Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia membuka lowongan kerja besar-besaran untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada Juni–Juli 2026. Sebanyak 190 ribu petugas lapangan akan direkrut untuk mendata seluruh pelaku usaha di Indonesia, yang dilakukan setiap 10 tahun sekali.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan dalam kegiatan FGD sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Pekanbaru, Jumat, bahwa program nasional ini akan mulai diluncurkan pada Januari 2026, sementara proses rekrutmen akan dibuka pada Februari 2026.

"Kami butuh 190 ribu petugas di lapangan, bisa dari mahasiswa, dosen, akademisi silahkan bergabung karena ini sifatnya padat karya se-Indonesia. Bayaran tergantung jumlah responden yang mereka kumpulkan, kemungkinan bisa Rp 3-5 juta per bulan," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (21/11/2025).

Sonny mengatakan sensus ekonomi merupakan momen penting untuk mencacah seluruh pelaku usaha, mulai dari skala rumah tangga hingga perusahaan besar. Dalam rentang 10 tahun, struktur ekonomi dapat berubah signifikan, sehingga pendataan menyeluruh sangat dibutuhkan sebagai dasar perencanaan pemerintah.

Ia pun menegaskan perlunya dukungan pemerintah daerah, termasuk Provinsi Riau yang memiliki jumlah pelaku usaha besar sebagai pusat ekonomi kedua di Sumatera.

Dukungan Penuh Pemerintah Provinsi
Sonny menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah menyiapkan dukungan penuh untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

“Terima kasih dukungan Pemprov Riau. Pak Gubernur sudah mengundang pemangku



 kepentingan seperti pelaku usaha dan akademisi untuk hadir mendukung sensus ekonomi pada Juni–Juli 2026,” katanya.

Sensus ekonomi akan mencacah seluruh pelaku usaha, baik formal maupun informal, sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional. Dengan cakupan luas, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar data yang diperoleh akurat dan representatif.

BPS berharap perekrutan ribuan petugas lapangan tidak hanya membuka kesempatan lowongan kerja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat basis data ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pendataan ekonomi nasional tersebut. Ia memastikan pemprov akan menyediakan data yang akurat serta mendorong perusahaan di wilayahnya untuk berpartisipasi aktif.

"Ini akan menjadi pedoman 10 tahun ke depan sebagai bahan masukan bagi Pemprov Riau. Kita mendukung bagaimana perusahaan kita kerja sama, kalau tidak mau kita surati dan lakukan pendekatan," ujarnya.

Hariyanto menambahkan bahwa sensus ekonomi merupakan dasar penting bagi perumusan kebijakan fiskal, investasi, hingga pengembangan UMKM. Karena itu, keterlibatan petugas lapangan dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci suksesnya pendataan.

Dengan rekrutmen 190 ribu petugas, BPS berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas untuk pembangunan nasional di masa mendatang.





(Sumber: Liputan6)
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال