Menkes Soroti Fenomena Warga Indonesia Lebih Banyak Berobat ke Malaysia–Thailand

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat ditemui kumparan di kantornya, Jakarta, Senin (6/2/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Jakarta, Pena Medan -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti fenomena masyarakat Indonesia yang lebih memilih berobat ke Malaysia dan Thailand. Menurutnya, ini indikator bahwa mutu layanan kesehatan nasional belum sepenuhnya dipercaya publik. 

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada forum nasional yang diselenggarakan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) di The Grand Platinum Hotel, Jakarta pada Selasa (25/11).

“Kalau misalnya masih lebih banyak orang Indonesia merasa bahwa tenaga medis atau kesehatan Malaysia lebih bagus, kenyataannya orang Indonesia banyak ke sana kan,” ucapnya.
Ia juga mencontohkan praktik bone marrow transplant yang masih banyak dicari masyarakat ke Thailand. 

“Orang bone marrow transplant di Indonesia, enggak, kita perginya ke Thailand.”
Bone marrow transplant adalah prosedur medis yang menggantikan sel punca sumsum tulang yang rusak atau tidak sehat dengan sel punca yang sehat. Proses ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sumsum tulang yang rusak. 

Ia menyebut kondisi itu sebagai realitas yang harus diterima dan dijadikan bahan koreksi, bukan penyangkalan.

“Itu artinya orang, di persepsi masyarakat Indonesia, di sana lebih bagus. Kita harus menerima itu dan pakai itu sebagai koreksi untuk perbaikan diri, bukan untuk denial,”ujarnya.

Menurutnya, standar keberhasilan layanan kesehatan dapat dilihat dari pengakuan publik, bahkan dunia, terhadap Indonesia. 

Ia memberi gambaran tentang kondisi ideal yakni, ketika warga negara ASEAN memilih Indonesia sebagai tujuan perawatan. Salah satunya perawatan gigi ke Bali

“Kalau benar semua orang ASEAN sakit pun ke Indonesia, nah itu baru bagus. Saya sudah dengar orang Australia kalau beres-beresin gigi sudah datang ke Bali. Orang Singapura kalau mau estetik, datangnya ke Batam. Itu kan sudah menunjukkan tren bagus,” ungkapnya.

“Sekarang sudah bisa enggak kalau sakit kanker ke Indonesia? Bisa enggak kalau ada sakit jantung, orang Filipina itu lebih baik terbang ke Manado?” katanya. Situasi itulah yang menurutnya mencerminkan mutu layanan yang benar-benar diakui.

Menkes menegaskan bahwa masih adanya keluhan pasien di dalam negeri, termasuk kasus warga yang berpindah rumah sakit hingga akhirnya meninggal di Papua, menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas, SDM, dan pembiayaan harus terus dilakukan.

“Ya itu kita mesti introspeksi diri, artinya memang ada yang harus kita beresin ini. Mulai dari fasilitasnya, SDM-nya, pembiayaannya, kita harus beresin. Dan kita harus beresin itu bersama-sama,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Budi menempatkan pentingnya peran KKI untuk memastikan mutu dari 2,15 juta tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia. “Benar-benar kita harus bangun ini mutu dari tenaga medis dan tenaga kesehatan, minimal sama di ASEAN. Harusnya yang terbaik di ASEAN,” katanya.






(Sumber: Kumparan)
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال