Lansia yang Makan Sendirian Berpotensi Kekurangan Asupan Gizi

Ilustrasi perempuan lansia makan sendiri. Foto: Shutter Stock

Pena Medan -

Buat sebagian orang lanjut usia (lansia), makan sendirian mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian, apalagi saat mereka tinggal terpisah dari keluarga. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak pada kesehatan dan sering kali luput diperhatikan.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite, makan sendirian pada lansia berkaitan dengan asupan gizi yang kurang baik serta berbagai dampak kesehatan lainnya.

Dilansir laman Flinders University, para peneliti meninjau 20 jurnal internasional yang membahas hubungan antara makan sendirian dan kesehatan pada orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.

Setelah menganalisis data dari lebih dari 80.000 lansia di 12 negara, mereka menemukan bahwa lansia yang rutin makan sendirian cenderung memiliki asupan gizi dan kondisi kesehatan yang lebih buruk dibandingkan mereka yang sering makan bersama.

Peneliti juga mencatat bahwa makan sendirian dapat memengaruhi pilihan makanan. Lansia yang makan sendirian cenderung lebih sedikit mengonsumsi buah, sayuran, daging, serta makanan berprotein yang penting untuk menjaga massa otot dan fungsi tubuh.

Tak hanya itu, makan sendirian juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan berat badan dan kondisi tubuh yang makin lemah.

Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial bagi lansia, terutama saat waktu makan. Caitlin Wyman, ahli gizi sekaligus penulis utama studi, mengatakan bahwa interaksi sosial saat makan dapat memberi pengaruh besar pada kesehatan.

“Makanan bukan hanya soal kandungan gizinya. Makan bersama merupakan aktivitas sosial penting yang bisa memengaruhi nafsu makan, variasi makanan, dan kesejahteraan secara keseluruhan,” ujar Wyman, dikutip dari laman Flinders University.

Ia menambahkan, memberikan lebih banyak kesempatan bagi lansia untuk makan bersama, baik dengan keluarga, teman, maupun lewat program komunitas dapat membantu meningkatkan asupan makanan, status gizi, dan kualitas hidup mereka.

Meski begitu, Wyman dan tim menegaskan bahwa penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk mencari strategi paling efektif dalam mendorong lansia lebih sering makan bersama serta cara terbaik untuk menerapkannya.




Sumber: Kumparan 


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan



Iklan



نموذج الاتصال