Makassar, Pena Medan -
Bentrok 2 kelompok masyarakat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menewaskan 2 orang, serta menghanguskan 13 rumah yang dibakar.
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, menjelaskan bentrok memang kerap terjadi di wilayah yang bertetangga, yakni Jalan Sapiria, Lembo, Layang, Tinumbu, dan Lorong Borta.
“Lokasi tawuran ini berpindah-pindah, dan yang paling sering terjadi di area kuburan Beroangin,” ujar Syamsuardi, Jumat (21/11).
Pada Selasa (18/11), warga bernama Nur Syam alias Civas (40 tahun) tewas akibat terkena peluru senapan angin dua hari sebelumnya.
Kematian Civas ini memicu pembakaran 13 rumah.
Pada Jumat ini (21/11), pelajar SMA bernama Muhammad Deril (16), tewas—juga akibat peluru senapan angin.
“Jadi total sudah ada dua warga yang meninggal hingga saat ini. Dan pemicu perang kelompok ini masih kita dalami,” ujarnya.
Syamsuardi mengatakan perang kelompok telah berlangsung hampir sebulan. Para pelaku tawuran saling menyerang menggunakan petasan, anak panah busur, hingga senapan angin.
“Ya, ini bisa dikatakan setiap hari perang kelompok belakangan ini,” kata Syamsuardi.
Kondusif
Syamsuardi menegaskan bahwa kondisi di lokasi kini sudah kembali kondusif. Pihaknya juga menyiagakan anggota kepolisian untuk mengantisipasi bentrok susulan.
“Saya di TKP ini sudah kondusif. Kita minta perbantuan Brimob untuk pos pengamanan,” pungkasnya.
(Sumber: Kumparan)
.png)

